
Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara Mencapai 55 Orang
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa jumlah korban dalam insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mencapai 55 orang. Para korban saat ini telah dibawa ke RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih untuk mendapatkan perawatan medis.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pramono menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers bersama Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, pada Jumat (7/11). Ia menjelaskan bahwa dirinya telah bertemu dengan beberapa korban ledakan. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jakarta akan menanggung biaya pengobatan bagi para korban.
Penanganan oleh Tim Ahli dan Polisi
Dalam kesempatan yang sama, Asep Edi Suheri menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait penyebab ledakan tersebut. Saat ini, tim investigasi sedang bekerja keras untuk mengungkap fakta-fakta terkini. Selain itu, tim penjinak bom dari Gegana telah diterjunkan ke lokasi kejadian.
Asep mengatakan bahwa penyebab ledakan belum bisa dijelaskan secara detail. “Masih didalami,” ujar dia.
Sebelumnya, Asep menjelaskan bahwa para korban mengalami berbagai jenis cedera, seperti luka bakar akibat ledakan dan luka dari serpihan benda tajam. “Sebagian luka bakar juga, ada yang kena luka serpihan, dan juga ada yang luka kecil dan ada beberapa yang luka,” kata Asep.
Kehadiran Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan
Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, hadir langsung di tempat kejadian perkara. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan tersebut. “Alhamdulillah tidak ada (korban meninggal),” ujar Lodewijk di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11).
Lodewijk menjelaskan bahwa insiden ledakan terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, tepatnya di tempat peribadatan di SMAN 72. Ledakan terjadi dua kali, yaitu pertama di bagian belakang dan kedua dekat pintu musala atau masjid.
Penanganan Oleh Aparat Kepolisian
Lodewijk menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan penanganan insiden ini kepada aparat kepolisian. “Tim forensik sedang bekerja,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa semua saksi dan barang bukti yang ada di lokasi kejadian. Proses investigasi ini dilakukan agar dapat diketahui penyebab pasti dari ledakan tersebut.
Langkah-langkah yang Dilakukan Pemerintah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah penting untuk menangani situasi ini. Selain menanggung biaya pengobatan, pihaknya juga memberikan dukungan psikologis bagi para korban dan keluarga mereka.
Selain itu, pihak sekolah dan instansi terkait juga sedang mempersiapkan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Kesimpulan
Insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah menimbulkan banyak korban. Meskipun tidak ada korban jiwa, kondisi para korban masih memerlukan perawatan intensif. Pihak kepolisian dan aparat terkait terus bekerja keras untuk mengungkap penyebab kejadian ini. Dengan adanya koordinasi antara pemerintah dan aparat, diharapkan situasi dapat segera pulih dan keamanan di lingkungan sekolah dapat terjaga.