
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, melakukan kunjungan ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih pada Jumat (7/11/2025). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menjenguk para korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 16.25 WIB dan langsung masuk ke ruang perawatan korban.
Sebelumnya, Pramono juga telah meninjau lokasi ledakan di kompleks sekolah SMAN 72 tersebut. Setelah berbincang dengan beberapa korban, ia menyatakan bahwa semua pasien dalam kondisi sadar. Hanya satu korban yang akan menjalani operasi, namun detailnya akan disampaikan oleh pihak kepolisian.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Hal ini berlaku bagi semua korban yang dirawat di rumah sakit mana pun. Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap biaya perawatan, baik di rumah sakit yang sedang digunakan maupun rumah sakit lainnya.
"Di manapun yang dirawat, semuanya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI, baik di rumah sakit ini, rumah sakit lain, dan sebagainya," tambahnya.
Berdasarkan laporan terbaru dari Kapolda Metro Jaya, jumlah korban ledakan kini mencapai 55 orang. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan. Pramono memastikan bahwa biaya perawatan akan ditanggung penuh oleh Pemprov DKI hingga tuntas.
Peristiwa ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025). Akibat insiden ini, puluhan korban mengalami luka-luka. Diketahui bahwa terduga pelaku berinisial FN merupakan siswa kelas XII sekolah tersebut. Ia dikenal sebagai sosok yang pendiam dan pernah menjadi korban bullying atau perundungan.
"Awalnya tuh korban dibully gitu di sekolah, dia selalu sendiri kemana-mana, terus pakai jas putih, ya begitulah," ujar seorang siswa SMAN 72 berinisial Z.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung jenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta. Ia memastikan semua biaya perawatan ditanggung Pemprov (Pemerintah Provinsi).