Pramono Dukung Pembatasan Game Online Akibat Ledakan di SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Pramono Dukung Pembatasan Game Online Akibat Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Dukungan Penuh Gubernur DKI Jakarta terhadap Kebijakan Pembatasan Game Online

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam membatasi pengaruh game online setelah terjadi insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di Balai Kota, Senin (10/11/2025). Ia menegaskan bahwa pemerintah DKI Jakarta akan mendukung sepenuhnya kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Tentunya pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatasi agar persoalan yang terjadi di SMA 72 tidak terulang kembali,” ujar Pramono.

Menurutnya, seluruh langkah preventif bisa dilakukan agar insiden yang mengakibatkan puluhan siswa luka itu tidak kembali terulang. Insiden ini menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta, terlebih setelah Pramono meninjau lokasi dengan menemui dan berdialog bersama korban di rumah sakit.

“Karena kebetulan pada waktu setelah kejadian, saya secara langsung melihat ke lapangan dan juga berdialog dengan para korban, beberapa yang ada di rumah sakit pada waktu itu,” kata Pramono.

“Intinya adalah memang ini tidak boleh terulang kembali sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, pemerintah Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya,” sambung dia.

Wacana Pembatasan Game Online

Presiden Prabowo Subianto akan membatasi atau mencari solusi atas pengaruh game online sebagai buntut kasus ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025. Hal itu dibahas saat Prabowo berbicara dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (9/11/2025) sore.

“Beliau (Prabowo) tadi menyampaikan bahwa kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Minggu.

“Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan,” ujarnya lagi.

Saat ditanya game online apa yang rencananya akan dibatasi, Prasetyo menyebut permainan PUBG. “Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi,” katanya.

Prasetyo menjelaskan, secara psikologis, anak-anak yang bermain game online seperti PUBG dapat menganggap tindakan kekerasan sebagai hal yang biasa.

Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Sebelumnya, ledakan terjadi di masjid sekolah SMAN 72 Jakarta pada pukul 12.15 WIB, Jumat pekan lalu. Ledakan terdengar saat siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah, yang berada dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading.

Keterangan saksi menyebutkan, suara ledakan pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, lalu disusul suara ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda. Ledakan itu mengakibatkan 96 orang luka-luka.

Penyelidikan awal kepolisian menunjukkan pelaku diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Siswa itu sebelumnya dikabarkan mengalami perundungan yang diduga menjadi salah satu latar belakang aksinya.

Polisi juga menemukan benda menyerupai airsoft gun dan revolver di lokasi kejadian. Setelah diperiksa, kedua senjata tersebut dipastikan merupakan senjata mainan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan