Presiden Janjikan Bantuan, Nenek di Tubaba Hipnotis dan Kehilangan Emas 15 Gram

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 21x dilihat
Presiden Janjikan Bantuan, Nenek di Tubaba Hipnotis dan Kehilangan Emas 15 Gram
Presiden Janjikan Bantuan, Nenek di Tubaba Hipnotis dan Kehilangan Emas 15 Gram

Nenek di Lampung Jadi Korban Penipuan dengan Modus Hipnotis

Seorang nenek berusia 66 tahun, Saimah, menjadi korban dugaan penipuan yang melibatkan teknik hipnotis. Kejadian ini terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, setelah korban diyakinkan bahwa dirinya akan menerima bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Akibat kejadian tersebut, Saimah kehilangan perhiasan emas seberat 15 gram, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 08.30 WIB di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Pelaku mengajak korban dengan dalih akan mendapatkan bantuan berupa beras dari pemerintah pusat. Namun, dalam prosesnya, pelaku menggunakan cara yang tidak biasa, yaitu dengan memperdayai korban melalui teknik hipnotis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Korban Ditinggalkan di Lampung Utara

Dalam video yang beredar di media sosial, Saimah terlihat kebingungan setelah diturunkan oleh pelaku di wilayah Kabupaten Lampung Utara. Warga setempat yang menemukan korban kemudian membantu dan membawanya ke tempat aman. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik karena modus penipuan yang melibatkan nama Presiden Prabowo.

Kejadian ini menunjukkan bagaimana para pelaku penipuan kini mulai memanfaatkan nama-nama besar untuk memperdayai masyarakat, terutama mereka yang mudah percaya dan memiliki kebutuhan ekonomi yang tinggi.

Polisi Turun Tangan

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat. “Benar, kejadian itu dilaporkan pada Kamis lalu. Tim kami sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi,” ujar Yuni pada Sabtu (8/11/2025).

Menurut keterangan awal, pelaku mengaku kepada korban bahwa dirinya bisa membantu mendapatkan bantuan beras dari Presiden Prabowo, sehingga korban bersedia mengikuti arahan pelaku. Polisi kini masih menelusuri motif dan identitas pelaku yang diduga menggunakan teknik bujuk rayu dan hipnotis.

Kerugian dan Imbauan Polisi

Selain kehilangan perhiasan, korban juga mengalami trauma atas kejadian tersebut. Kombes Yuni menegaskan bahwa kerugian korban mencapai sekitar Rp30 juta akibat hilangnya perhiasan emas 15 gram yang dibawa pelaku.

Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat negara atau instansi resmi. “Modus seperti ini bukan hal baru. Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada dan tidak langsung percaya terhadap janji bantuan tanpa bukti resmi,” tegas Yuni.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar melapor segera ke pihak berwenang jika menemukan oknum yang menawarkan bantuan atas nama pemerintah atau pejabat publik. Kasus seperti ini sering muncul menjelang program bantuan sosial, di mana pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat desa.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Penyelidikan masih berlanjut, sementara pihak kepolisian berupaya melacak pelaku dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi terakhir korban ditemukan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mudah terpedaya oleh modus penipuan yang semakin canggih.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan