Presiden Prabowo Beri Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Presiden Prabowo Beri Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh

Pemberian Gelar Pahlawan kepada 10 Tokoh Nasional

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi memberikan gelar pahlawan kepada 10 tokoh nasional di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (10/11). Pemberian gelar ini dilakukan secara simbolis oleh Presiden kepada para ahli waris dari masing-masing tokoh. Keputusan pemberian gelar tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres) Nomor 116/TK/Tahun 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berikut adalah daftar 10 tokoh yang diberikan gelar pahlawan:

  • Almarhum Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Tokoh dari Provinsi Jawa Timur. Dikenal sebagai tokoh bangsa yang mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia. Ia juga berkontribusi besar dalam bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam.

  • Almarhum Jenderal Besar TNI Haji Muhammad Soeharto – Tokoh dari Provinsi Jawa Tengah. Ia menonjol sejak masa kemerdekaan, terutama saat menjadi wakil komandan BKR Yogyakarta dan memimpin pelucutan senjata di Jepang, Kota Baru 1945.

  • Almarhumah Marsinah – Tokoh dari Provinsi Jawa Timur. Sebagai pejuang simbol keberanian, moral, dan perjuangan hak asasi manusia dari kalangan rakyat biasa. Lahir di Desa Nglunjo, Nganjuk, ia tumbuh dalam keluarga petani miskin yang menanamkan nilai kerja dan keadilan sosial.

  • Almarhum Profesor Doktor Mochtar Kusumaatmadja – Tokoh dari Provinsi Jawa Barat. Berkontribusi dalam bidang perjuangan hukum dan politik. Gagasannya tentang konsep negara kepulauan digunakan oleh Djuanda Kartawidjaja dalam mendeklarasikan Djuanda tahun 1953.

  • Almarhumah Hj. Rahmah El Yunusiyah – Tokoh dari Provinsi Sumatera Barat. Dikenal sebagai ulama, pendidik, dan pejuang kemerdekaan. Dedikasinya paling menonjol dalam memelopori pendidikan perempuan Islam di Indonesia.

  • Almarhum Jenderal TNI Purnawirawan Sarwo Edi Wibowo – Tokoh dari Provinsi Jawa Tengah. Perjuangan militer Sarwo Edi dimulai sebagai komandan kompi dalam TKR selama periode perang kemerdekaan 1945 sampai dengan 1949.

  • Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin – Tokoh dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berperan besar dalam bidang pendidikan dengan mendirikan HIS di Raba 1921, sekolah kejuruan wanita 1922, serta sekolah agama dan umum di setiap kejenelian 1922.

  • Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil – Tokoh dari Provinsi Jawa Timur. Seorang ulama karismatik yang menempuh jalur pendidikan kultural, sosial, dan agama. Ia berkontribusi besar dalam bidang perjuangan pendidikan Islam.

  • Almarhum Tuan Rondahaim Saragih – Tokoh dari Provinsi Sumatera Utara. Dikenal sebagai Napoleon dari Batak, ia memimpin pasukan Raya di Simalungun dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Kemenangan signifikan tercatat setelah pertempuran Dolok Merawan dan Dolok Sagala.

  • Almarhum Zainal Abidin Syah – Tokoh dari Provinsi Maluku Utara. Sebagai Sultan Tidore ke-37, ia memimpin sejak tahun 1946 hingga wafatnya pada tahun 1967. Kontribusinya dalam bidang perjuangan politik dan diplomasi sangat berarti bagi bangsa Indonesia.

Pemberian gelar pahlawan ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasa para tokoh yang telah berkontribusi besar dalam membangun bangsa dan negara. Setiap tokoh memiliki peran unik dalam sejarah Indonesia, baik dalam bidang politik, pendidikan, hukum, maupun perjuangan bersenjata. Dengan penghargaan ini, harapannya adalah agar semangat perjuangan mereka dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan