
Penetapan Jenderal Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menetapkan Jenderal Besar TNI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Penetapan ini dilakukan dalam upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 10 November 2025. Acara tersebut menjadi momen penting dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun ini.
Gelar kehormatan tersebut diterima oleh putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau yang lebih dikenal dengan nama Tutut Soeharto, sebagai ahli waris. Tutut hadir bersama adiknya, Bambang Trihatmodjo. Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dasar Hukum Penetapan
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Soeharto ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional di bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik atas jasa serta peran menonjolnya sejak masa kemerdekaan.
Soeharto tercatat sebagai Wakil Komandan BKR Yogyakarta yang memimpin pelucutan senjata pasukan Jepang di Kota Baru pada tahun 1945. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang berperan besar dalam menjaga stabilitas nasional pasca-kemerdekaan Indonesia.
Daftar Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2025
Selain Soeharto, sembilan tokoh lainnya turut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2025. Berikut daftar lengkapnya:
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam
- Marsinah – Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan
- Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Bidang Perjuangan Hukum dan Politik
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Bidang Perjuangan Pendidikan Islam
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Bidang Perjuangan Bersenjata
- Sultan Muhammad Salahuddin – Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi
- Syaikhona Muhammad Kholil – Bidang Perjuangan Pendidikan Islam
- Tuan Rondahaim Saragih – Bidang Perjuangan Bersenjata
- Zainal Abidin Syah – Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi
- Jenderal Besar TNI Soeharto – Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik
Simbol Penghargaan dan Kontroversi Sejarah
Soeharto menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern. Ia memimpin Indonesia selama 32 tahun dan dikenal dengan keberhasilannya dalam pembangunan ekonomi serta menjaga stabilitas politik nasional. Meski begitu, masa pemerintahannya juga tidak lepas dari kontroversi, termasuk pelanggaran HAM dan korupsi yang menjadi perdebatan publik hingga kini.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dinilai sebagai langkah penting dalam meninjau kembali kontribusi historis para tokoh bangsa secara objektif. Pemerintah menekankan bahwa penghargaan ini diberikan berdasarkan jasa perjuangan dan dedikasi dalam membela serta membangun negara sejak awal kemerdekaan.
Proses Penetapan Gelar
Proses penetapan gelar ini melalui tahapan panjang, mulai dari usulan daerah, verifikasi Kementerian Sosial, hingga keputusan akhir Presiden. Dengan penganugerahan tersebut, Soeharto kini resmi bergabung dengan deretan tokoh nasional lain yang telah mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara.
Upacara di Istana Negara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 yang bertujuan mengenang jasa dan perjuangan para tokoh bangsa.