
Presiden Prabowo Mengingatkan Kejaksaan Agung untuk Koreksi Diri
Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan penting kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait koreksi diri yang harus dilakukan oleh lembaga tersebut. Ia menyampaikan hal ini saat berada di kantor Kejagung, Jakarta, pada Senin (20/10/2025).
Menurut Prabowo, masih ada laporan yang masuk mengenai perilaku jaksa-jaksa di berbagai daerah yang tidak sesuai dengan etika dan norma hukum. "Ini saya ingatkan karena kejaksaan termasuk lembaga yang harus koreksi diri," ujarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia juga menyoroti bahwa beberapa jaksa di tingkat daerah diperkirakan melakukan praktik-praktik yang kurang benar atau tidak sesuai dengan tugas mereka sebagai penegak hukum. "Di antara jaksa-jaksa di daerah-daerah, saya dapat laporan, ada yang melakukan praktik-praktik yang mungkin tidak benar atau kurang benar," tambahnya.
Prabowo meminta aparat penegak hukum, termasuk jaksa, untuk tidak menyulitkan masyarakat kecil. Menurutnya, jangan sampai ada penegak hukum yang mencari-cari kesalahan dari orang-orang yang lemah. "Jangan mencari-cari perkara apalagi terhadap orang kecil. Ya. Orang-orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat susah. Jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari," kata Prabowo.
Kepala negara juga menyayangkan tindakan para polisi, jaksa, serta hakim yang melakukan penindakan tanpa mempertimbangkan hati nurani. Ia mengangkat beberapa kasus yang menunjukkan ketidakadilan dalam penerapan hukum. Contohnya adalah kasus seorang anak SD yang ditangkap karena mencuri ayam, serta kasus seorang ibu yang ditangkap karena mencuri pohon.
"Beberapa saat yang lalu, saya ingat benar, ada anak SD, anak di bawah umur ditangkap karena mencuri ayam. Saya ingat benar itu. Ini tidak masuk akal. Hakim, jaksa, ada apa ngejar, iya kan? Anda pasti ingat peristiwa itu," ujarnya. "Ada lagi ibu-ibu ditangkap mencuri pohon. Mungkin ingat juga peristiwa itu, ya. Ada apa?" imbuh dia.
Kritik terhadap Pejabat yang Lemah Iman dan Akhlak
Prabowo mengaku banyak melihat pejabat yang lemah iman dan akhlak, sehingga berujung membuat keluarganya menderita. "Saya sudah melihat terlalu banyak ya pejabat yang lengah atau lemah iman, lemah akhlak, melakukan tindakan dan akhirnya termasuk keluarganya yang menderita ya," katanya.
Menurutnya, harta yang diperoleh dari merampas milik rakyat adalah harta yang haram dan akan membawa ketidakbaikan kepada siapa pun. Lebih lanjut, ia mengingatkan para pengusaha agar jangan menipu rakyat. Sebab, pemerintah berkomitmen menegakkan hukum demi rakyat Indonesia.
"Kalau mereka pengusaha-pengusaha serakah itu menganggap bisa menipu terus-menerus bangsa sebesar Indonesia, ya saya kira itu kita akan buktikan bahwa kita masih eksis, masih kuat dan kita bertekad untuk menegakkan kedaulatan kita demi rakyat kita," ucapnya.
Teguh Berantas Korupsi
Prabowo Subianto juga menegaskan tekadnya untuk memberantas kasus korupsi di Indonesia. Ia tidak ingin ada pihak yang kebal hukum atau terbebas dari hukum setelah melakukan tindak pidana kerah putih tersebut.
Hal ini diungkapkan Prabowo dalam pidatonya di sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/10). "Kita bertekad tidak ada kasus-kasus korupsi yang tidak bisa diselidiki. Tidak ada, no more untouchable, enggak ada yang untouchable lagi," kata Prabowo.