Presiden Prabowo Pertimbangkan Batasi Game Online Seperti PUBG Pasca Insiden SMAN 72 Kelapa Gading

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 14x dilihat
Presiden Prabowo Pertimbangkan Batasi Game Online Seperti PUBG Pasca Insiden SMAN 72 Kelapa Gading
Presiden Prabowo Pertimbangkan Batasi Game Online Seperti PUBG Pasca Insiden SMAN 72 Kelapa Gading

Pemerintah Tinjau Dampak Psikologis Game Online

Pemerintah saat ini sedang meninjau kemungkinan pembatasan terhadap game online bergenre pertempuran seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Hal ini dilakukan setelah terjadinya insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meminta kementerian terkait untuk meninjau dampak negatif dari permainan daring bersenjata yang dikhawatirkan dapat memengaruhi perilaku generasi muda.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian serius terhadap fenomena meningkatnya pengaruh game online terhadap perilaku pelajar. Dalam rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta, Prabowo meminta pemerintah mempertimbangkan langkah-langkah pembatasan terhadap game tertentu yang dinilai memuat unsur kekerasan berlebihan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Presiden menyampaikan bahwa kita harus memikirkan bagaimana cara mengatasi pengaruh dari game online. Karena tidak menutup kemungkinan, di dalam game-game tertentu terdapat hal-hal yang kurang baik dan bisa berdampak negatif pada generasi kita ke depan,” ujar Prasetyo.

Ia mencontohkan PUBG sebagai salah satu permainan yang mengajarkan penggunaan berbagai jenis senjata dan skenario pertempuran secara detail. Hal ini, menurutnya, dapat memunculkan kebiasaan atau toleransi terhadap kekerasan di kalangan pemain muda. “Game seperti itu secara psikologis bisa membentuk persepsi bahwa kekerasan adalah hal yang biasa,” tambahnya.

Kekhawatiran Terhadap Dampak Sosial dan Pendidikan

Langkah pembatasan ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya kasus perilaku agresif dan perundungan (bullying) di kalangan pelajar. Pemerintah menilai bahwa meskipun tidak ada hubungan langsung antara ledakan di SMAN 72 dengan game online, kebiasaan bermain game dengan konten kekerasan tetap perlu diwaspadai.

Prasetyo menegaskan, pemerintah tidak ingin menyalahkan satu faktor secara tunggal. “Kita juga harus melihat dari sisi lain, seperti faktor lingkungan dan perundungan di sekolah. Jadi bukan hanya soal game, tapi perilaku sosial juga menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Wacana Pembatasan Game Online di Indonesia

Kajian pembatasan game online sebenarnya sudah beberapa kali muncul di Indonesia. Sebelumnya, sejumlah pihak pernah mengusulkan agar pemerintah menerapkan regulasi ketat terhadap game yang mengandung kekerasan ekstrem, konten dewasa, atau perilaku berbahaya yang dapat ditiru pemain muda.

Wacana ini sempat mencuat pada masa pandemi, ketika waktu bermain game anak-anak meningkat drastis. Beberapa studi menunjukkan bahwa paparan konten kekerasan dalam game dapat meningkatkan perilaku agresif dan menurunkan empati sosial, terutama pada anak dan remaja yang belum matang secara emosional.

Pemerintah dikabarkan akan melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk meninjau kebijakan baru terkait regulasi game daring. Pembahasan akan mencakup aspek pembatasan usia pemain, klasifikasi konten, serta pengawasan distribusi game di platform digital.

Reaksi Publik dan Dunia Game

Langkah ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian kalangan orang tua mendukung gagasan pembatasan, menilai hal itu sebagai langkah preventif untuk melindungi anak dari dampak negatif dunia digital. Namun, komunitas gamer menilai bahwa pelarangan atau pembatasan berlebihan justru tidak efektif dan berpotensi menghambat industri game nasional yang tengah berkembang pesat.

Para pengamat menilai bahwa kebijakan yang terlalu ketat bisa berdampak pada ekosistem e-sport dan pengembang game lokal. Mereka menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada edukasi literasi digital, bimbingan psikologis bagi pelajar, serta pengawasan waktu bermain anak.

Kasus SMAN 72 dan Sorotan Terhadap Perundungan

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading yang menjadi latar munculnya wacana ini masih diselidiki aparat. Dugaan sementara, insiden tersebut melibatkan siswa yang menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya. Pemerintah menilai kasus ini sebagai peringatan bahwa kekerasan di lingkungan sekolah sudah memasuki tahap mengkhawatirkan.

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat kebijakan pencegahan perundungan di sekolah, termasuk kerja sama lintas kementerian untuk memberikan pendidikan karakter, bimbingan konseling, serta kontrol terhadap penggunaan perangkat digital di lingkungan pendidikan.

Penutup

Pernyataan Presiden Prabowo tentang kemungkinan pembatasan game online seperti PUBG menandai langkah awal pemerintah dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Sementara sebagian masyarakat menilai kebijakan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, banyak juga yang berharap agar pendekatan yang diambil tetap proporsional dan berbasis riset.

Ke depan, keseimbangan antara kebebasan digital dan tanggung jawab sosial akan menjadi tantangan besar bagi pemerintah Indonesia, terutama dalam menjaga agar kemajuan teknologi tidak berdampak negatif terhadap moral dan psikologis generasi penerus bangsa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan