Presiden Prabowo Saksikan Pengembalian Uang Korupsi CPO Rp13,2 Triliun ke Negara

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Presiden Prabowo Saksikan Pengembalian Uang Korupsi CPO Rp13,2 Triliun ke Negara
Presiden Prabowo Saksikan Pengembalian Uang Korupsi CPO Rp13,2 Triliun ke Negara

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Hasil Sitaan Korupsi CPO

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, hadir dalam acara penyerahan uang hasil sitaan dari kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak kelapa sawit (CPO) senilai Rp13,2 triliun. Acara ini digelar di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin, 20 Oktober 2025. Penyerahan uang tersebut dilakukan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Presiden Joko Widodo turut menyaksikan prosesi penyerahan tersebut bersama sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh. Dalam suasana yang santai, Presiden sempat bercanda dengan beberapa pejabat yang hadir. Ia menanyakan kepada Menteri Keuangan Purbaya apakah sudah memiliki gelar profesor. “Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, you ada profesornya enggak?” ujar Presiden sambil tersenyum, disambut tawa para tamu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Presiden juga menanyakan hal serupa kepada Mensesneg Prasetyo Hadi dan Kepala BPKP Yusuf Ateh mengenai gelar doktor mereka. “Saya juga belum, enggak apa-apa,” katanya, membuat suasana ruangan semakin cair.

Asal Uang Sitaan

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan bahwa uang sitaan tersebut berasal dari kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya. Total uang pengganti yang berhasil dikembalikan mencapai Rp13.255.244.538.149. Burhanuddin menuturkan, uang tersebut berasal dari tiga grup besar, yakni Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group.

Kejaksaan menegaskan, langkah ini menunjukkan komitmen dalam memulihkan kerugian negara akibat kejahatan korupsi di sektor strategis. Tumpukan uang pecahan Rp100.000 yang dibungkus plastik tampak memenuhi satu sisi ruangan dengan tinggi hampir dua meter. Presiden Joko Widodo pun menyempatkan diri untuk melihat langsung uang tersebut sebelum prosesi penyerahan resmi.

Peruntukan Dana Sitaan

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung atas kerja kerasnya menyelamatkan uang negara. “Saya sampaikan penghargaan kepada Kejaksaan. Terima kasih atas kerja kerasnya,” ujarnya.

Presiden menegaskan, uang hasil sitaan tersebut akan digunakan untuk program rakyat. Dana Rp13 triliun itu rencananya akan dipakai untuk:

  • Memperbaiki lebih dari 8.000 sekolah
  • Membangun kampung nelayan di seluruh Indonesia

“Kalau satu kampung nelayan kita anggarkan Rp22 miliar, kampung dengan fasilitas lengkap untuk nelayan yang selama 80 tahun belum diperhatikan, sekarang saatnya kita perbaiki,” tutup Presiden Joko Widodo.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan