
Peringatan Keras Presiden Prabowo untuk Penegak Hukum
Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada para penegak hukum agar menegakkan keadilan dengan hati nurani dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Peringatan tersebut disampaikan saat Presiden menyaksikan penyerahan uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,25 triliun oleh Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan, di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang berhasil mengembalikan uang hasil tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya. Namun, ia mengingatkan agar semangat penegakan hukum selalu diiringi rasa kemanusiaan dan keadilan sosial.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Berbuatlah yang terbaik untuk bangsa, negara, dan rakyatmu. Harta, apalagi didapatkan dengan cara yang mengorbankan rakyat kita, itu harta yang haram. Rezeki yang tidak baik dan ujungnya pasti akan membawa ketidakbaikan kepada siapapun dan keluarganya,” tegas Presiden.
Teguran Keras untuk Penegak Hukum
Presiden Prabowo menekankan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil dan tidak boleh diterapkan secara tebang pilih. Ia mengingatkan aparat penegak hukum seperti jaksa, polisi, dan hakim agar menjauhi praktik yang menyakiti rakyat kecil.
“Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zolim, itu angkara murka, jahat. Orang kecil, orang lemah harus dibela, harus dibantu,” ujar Presiden.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Presiden terhadap penegakan hukum yang berkeadilan dan tidak diskriminatif. Ia menginginkan agar hukum benar-benar menjadi alat untuk melindungi masyarakat, bukan menindas yang lemah.
Selain itu, Presiden Prabowo juga mengingatkan para pengusaha agar tidak mencoba menipu negara. Pemerintah, katanya, akan bersikap tegas terhadap siapa pun yang merugikan rakyat.
“Kalau mereka, para pengusaha-pengusaha serakah itu, menganggap bisa menipu terus-menerus bangsa sebesar Indonesia, karena saya kira itu kita akan buktikan bahwa kita masih eksis, masih kuat, dan kita bertekad untuk menegakkan kedaulatan kita demi rakyat kita,” ucapnya.
Uang Rp13,2 Triliun dan Komitmen Bangun Kampung Nelayan
Presiden Prabowo juga mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung dalam mengembalikan uang negara senilai Rp13,25 triliun. Menurutnya, dana sebesar itu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama masyarakat pesisir.
Ia bahkan menyebut bahwa uang tersebut cukup untuk membangun ratusan kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas modern. “Jadi Rp13 triliun ini berarti kita bisa membangun 600 kampung nelayan,” kata Prabowo.
Selama ini, kata Presiden, nelayan kurang mendapat perhatian dari negara. Karena itu, pemerintah berkomitmen membangun desa-desa nelayan dengan fasilitas yang layak. Hingga akhir 2026, Prabowo menargetkan pembangunan 1.100 kampung nelayan di seluruh Indonesia.
“Satu kampung nelayan itu kepala keluarganya 2.000. Jadi, kalau dengan istri dan anak tiga, itu 5.000 per desa. Kalau dikali 1.000 (kampung) itu 5 juta, artinya 5 juta orang Indonesia bisa hidup layak,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa keberhasilan Kejaksaan Agung dalam mengembalikan uang hasil tindak pidana ini merupakan sinyal positif di tahun pertama pemerintahannya.
“Bangsa Indonesia sangat kaya. Kalau kita bisa kelola dengan baik, kalau kita punya keberanian, Indonesia akan cepat bangkit. Saya percaya itu, saya yakin itu,” pungkasnya.