
Penjelasan Wakapolri Terkait Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo telah memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading. Menurutnya, kejadian tersebut telah dilaporkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Sudah, sudah,” ujar Dedi saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (7/11) sore, seusai acara pelantikan Komite Percepatan Reformasi Polri. Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo melantik sepuluh anggota komite, termasuk Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komite Jimly Asshidiqie.
Setelah pelantikan, Dedi menyebutkan bahwa proses penyelidikan ledakan di SMAN 72 kini ditangani secara gabungan oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri. “Sedang didalami dulu, nanti akan disampaikan hasilnya. Secepatnya akan ditangani,” tambahnya.
Ledakan terjadi pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB di dalam kompleks sekolah yang berada di Kompleks Perumahan TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Awalnya dilaporkan delapan orang terluka dan dilarikan ke Balai Kesehatan TNI AL, lalu dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi Jakarta.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, pihaknya masih memeriksa sumber ledakan bersama Polri. “TNI AL dan Polri masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan penyebab ledakan serta jumlah korban. Informasi lengkap akan disampaikan setelah data valid,” ujar Tunggul.
Penjelasan dari Menko Polhukam
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa belum ada kesimpulan apa pun mengenai insiden ini, termasuk dugaan keterlibatan kelompok teroris. “Ya sedang didalami, baru kita lihat tempatnya di situ, terus ada beberapa yang terluka. (Terkait motifnya) belum tahu, sama sekali belum tahu,” ujar Djamari di Istana Kepresidenan.
Proses Penyelidikan yang Sedang Berlangsung
Tim investigasi dari berbagai instansi seperti Polri dan TNI AL sedang bekerja sama untuk mencari tahu penyebab ledakan tersebut. Mereka juga tengah memastikan apakah ada korban jiwa atau tidak. Hasil penyelidikan akan dipublikasikan setelah data yang diperoleh diverifikasi dan dianggap akurat.
Langkah-Langkah yang Diambil
Selain itu, pihak sekolah dan lingkungan sekitar sedang melakukan langkah-langkah pencegahan lebih lanjut. Beberapa siswa dan guru juga mendapatkan bantuan medis dan psikologis untuk mengatasi trauma akibat kejadian tersebut.
Kesimpulan
Hingga saat ini, informasi mengenai ledakan di SMAN 72 Jakarta masih dalam proses penyelidikan. Pihak berwenang berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada masyarakat. Mereka juga berharap agar masyarakat tidak merespons dengan emosi berlebihan dan tetap menjaga ketenangan.