
Peristiwa Unik di Pemakaman Kingston
Pada April 2014, sebuah peristiwa yang tidak biasa terjadi di Pemakaman Kingston, Portsmouth, Hampshire, Inggris. Seorang pria bernama Anthony Stallard dilaporkan membuat kegaduhan dengan berpura-pura menjadi hantu untuk menakuti pengunjung pemakaman. Tindakan ini akhirnya mengantarkan Stallard ke pengadilan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Awal Mula Kejadian
Peristiwa tersebut terjadi ketika Stallard sedang bermain sepak bola bersama teman-temannya di area pemakaman. Selain itu, mereka juga minum-minum di tempat tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan. Menurut laporan dari seorang juru bicara polisi Hampshire, saksi mata melaporkan perilaku tidak sopan Stallard dan rekan-rekannya. Salah satu dari mereka bahkan terlihat mengangkat tangan sambil meneriakkan “woooo”, suara khas hantu.
Pengakuan Kesalahan
Di pengadilan magistrat Portsmouth, Stallard mengakui kesalahan yang telah ia lakukan. Ia dinyatakan bersalah atas penggunaan kata-kata atau perilaku yang mengancam atau menghina serta kemungkinan menimbulkan stres. Pengacara pembela Stallard, Denise Saunders, menyebut bahwa Stallard menyadari bahwa tindakannya tidak pantas dilakukan di pemakaman.
“Dia menerima bahwa perilakunya, jika dilakukan di luar pemakaman, tidak akan dianggap tidak pantas, tetapi di dalam pemakaman saat orang-orang berduka, itu mungkin tidak pantas,” ujar Saunders. Ia juga menambahkan bahwa Stallard menyesal, sebagaimana terlihat dari pengakuan bersalahnya lebih awal.
Hukuman yang Diterima
Stallard dijatuhi hukuman denda sebesar 35 poundsterling serta diwajibkan membayar biaya korban sebesar 20 poundsterling dan biaya pengadilan sebesar 20 poundsterling. Pengadilan juga mendengar bahwa pelanggaran tersebut terjadi saat Stallard masih menjalani 12 bulan hukuman bersyarat akibat tuduhan pelecehan pada Januari 2014.
Selain itu, Stallard juga melanggar hukuman percobaan untuk kasus penyerangan yang terjadi pada Agustus tahun 2013. Akibat pelanggaran tersebut, tiga bulan tambahan diberikan pada hukuman percobaannya, sehingga total menjadi 15 bulan.
Tuduhan Lain yang Pernah Dihadapi
Sebelumnya, Stallard juga didakwa atas tuduhan merusak batu nisan. Namun, tuduhan tersebut akhirnya dibatalkan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Stallard memiliki riwayat pelanggaran yang cukup panjang, yang akhirnya memengaruhi hukumannya saat ini.
Kesimpulan
Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana tindakan yang tampaknya tidak serius dapat berdampak besar secara hukum. Meskipun Stallard hanya berpura-pura menjadi hantu, tindakannya dianggap tidak pantas karena dilakukan di lokasi yang seharusnya tenang dan penuh rasa hormat. Kasus ini juga menunjukkan pentingnya kesadaran akan lingkungan dan dampak dari tindakan kita terhadap orang lain.