
Kisah Tragis Seorang Pemuda yang Dikabarkan Mengalami Operasi Ganti Kelamin Paksa
Seorang pemuda asal Desa Sanjak, Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, India, bernama Mujahid mengalami perubahan hidup yang drastis setelah menjadi korban dugaan operasi ganti kelamin tanpa persetujuannya pada 2024. Saat kejadian, ia masih berusia 20 tahun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Awalnya, Mujahid mengira akan menjalani pemeriksaan medis rutin. Namun, ia justru dibawa oleh seorang pria bernama Omprakash ke Fakultas Kedokteran Begrajpur di Mansoorpur, tempat operasi tersebut dilakukan pada 3 Juni 2024. Ia kemudian dibius dan ketika sadar keesokan harinya, orang-orang di sekitarnya menyampaikan bahwa dirinya telah berubah menjadi perempuan.
Ancaman dan Pemaksaan
Setelah operasi, Omprakash disebut mengancam dan melecehkan Mujahid selama dua tahun terakhir. Ia bahkan memaksa Mujahid untuk tinggal bersamanya dengan ancaman kekerasan terhadap keluarga korban. Omprakash menekankan bahwa Mujahid harus tinggal bersamanya, atau ancaman akan terjadi terhadap ayahnya dan tanah keluarganya.
“Dia berkata, ‘Aku sudah mengubahmu jadi perempuan, sekarang kau harus tinggal bersamaku. Kalau tidak, aku akan menembak ayahmu dan menjual tanah keluargamu,’” kata Mujahid mengenang pengalaman buruknya.
Respons Publik dan Aksi Protes
Kasus ini langsung memicu kemarahan publik di Uttar Pradesh. Kelompok petani Bharatiya Kisan Union (BKU) menggelar aksi protes besar-besaran menuntut keadilan bagi Mujahid. Mereka menilai peristiwa ini bukan sekadar kasus tunggal, melainkan bagian dari praktik ilegal dan jaringan kriminal di balik operasi medis tanpa izin.
Menurut Ketua BKU, Shyam Pal, mereka yakin ada bisnis gelap terkait pengambilan organ dan operasi kelamin ilegal. Ia menyerukan pemerintah untuk bertindak cepat dalam menghentikan praktik-praktik semacam ini.
Tuntutan Keadilan dan Penegakan Hukum
BKU menuntut agar Omprakash dan tenaga medis yang terlibat segera ditindak serta mendesak penegakan hukum yang tegas. Keluarga Mujahid telah melaporkan kasus ini ke polisi pada 16 Juni 2024. Omprakash kemudian ditangkap, namun kelompok BKU menilai proses hukum berjalan terlalu lambat.
Mereka juga menuntut kompensasi sebesar Rs 2 crore (sekitar Rp 400 juta) untuk Mujahid atas trauma dan kerugian yang dialaminya. Perwira Polisi Senior Muzaffarnagar, Ramashish Yadav, menyatakan penyelidikan sedang dilakukan.
“Semua tuduhan akan diperiksa. Setiap pihak yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum,” ujarnya.
Isu Pengawasan Medis yang Lemah
Kasus ini kini menjadi sorotan nasional di India, menimbulkan kekhawatiran tentang lemahnya pengawasan dunia medis dan dugaan keberadaan jaringan kejahatan di balik praktik ilegal yang mengancam keselamatan pasien. Ini menunjukkan pentingnya regulasi yang lebih ketat dan transparansi dalam industri kesehatan.