Pria Pukuli Guru Karena HP Adiknya Disita Sekolah

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 27x dilihat
Pria Pukuli Guru Karena HP Adiknya Disita Sekolah
Pria Pukuli Guru Karena HP Adiknya Disita Sekolah

Sosok AW yang Menjadi Perbincangan Akibat Tindakan Kekerasan

AW kini menjadi sorotan setelah tindakannya memukuli seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Trenggalek, Jawa Timur. Kejadian ini terjadi karena dia tidak terima handphone (HP) adiknya disita oleh pihak sekolah. Selain itu, AW juga mengancam membakar rumah dan sekolah guru tersebut.

Latar Belakang AW

AW adalah seorang pria berusia 27 tahun yang lahir pada tahun 1998. Ia diketahui sebagai suami dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek yang berasal dari Desa Timahan, Kecamatan Kampak. Informasi ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro. Saat ini, AW telah ditahan sejak Senin (3/11/2025) malam setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

AW dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif pasti dari tindakan AW.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula saat Eko Prayitno, seorang guru SMP Negeri 1 Trenggalek, sedang mengajar siswanya. Dalam proses pembelajaran, ia memperbolehkan siswa menggunakan HP sebagai alat bantu mencari bahan tugas. Namun, ia menemukan bahwa N, adik dari AW, menggunakan HP secara tidak semestinya. Sebagai tindakan aturan sekolah, Eko menyita HP N dan menyerahkan kepada pihak kesiswaan.

Tidak lama kemudian, Eko menerima telepon dari seseorang tak dikenal. Orang tersebut marah dan menantangnya untuk berkelahi. Meskipun ia hanya menjalankan aturan sekolah, Eko tidak bisa menghadapi tantangan tersebut.

Pada Jumat (31/10/2025), Eko melihat mobil hitam parkir depan rumahnya usai salat Jumat. Sosok pria yang kemudian diketahui sebagai AW keluar dan langsung memukulinya. AW juga memaksa Eko untuk menghadap ayahnya agar masalah diselesaikan. "Kalau hari ini kamu tidak menghadap ayahnya di Puyung, rumahmu tak bakar, SMP tak bakar," ujar AW.

Dampak Psikologis pada Anak

Aksi arogan AW dilihat langsung oleh anak Eko Prayitno. Akibatnya, anak tersebut mengalami trauma. Setiap kali ada mobil yang lewat, anak tersebut langsung mencari ibunya dan bertanya siapa yang datang. Eko merasa khawatir dengan psikologi anaknya, karena masih sangat muda dan belum tahu kapan trauma tersebut akan sembuh.

Tanggapan dari Pihak Sekolah dan Kepolisian

Eko Prayitno mengungkapkan bahwa dirinya hanya menjalankan aturan sekolah dan tidak ingin terlibat dalam konflik. Namun, tindakan AW justru membuat situasi menjadi lebih buruk. Selain itu, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa HP N dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan, sehingga motif awal yang disampaikan oleh saudara N tidak benar.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini. Ia juga memastikan bahwa tindakan yang dilakukan AW akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penutup

Kejadian ini menunjukkan pentingnya menjaga keharmonisan antara siswa, guru, dan orang tua. Tindakan kekerasan seperti yang dilakukan AW tidak dapat dibenarkan, terlebih jika dilakukan atas dasar perasaan tidak puas atau balas dendam. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menyelesaikan masalah.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan