Pria Tewas Setelah Jatuh Saat Mabuk Minum Miras di Kupang

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Pria Tewas Setelah Jatuh Saat Mabuk Minum Miras di Kupang

Kecelakaan Maut di NTT: Seorang Warga Tewas Setelah Jatuh dari Pohon Kelapa

KUPANG – Seorang warga asal Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Bernadus Buknoni (53) meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 14.00 Wita.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula ketika Bernadus sedang memotong rangkaian buah kelapa. Saat itu, ia berada dalam pengaruh minuman beralkohol jenis sopi. Karena kehilangan keseimbangan, ia jatuh dari pohon kelapa yang tingginya sekitar 15 meter dan langsung tewas di bawah pohon tersebut.

Jenazah Bernadus ditemukan dalam posisi telentang tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek abu-abu. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang remaja bernama Obet Taemnanu (15) yang sedang memberi makan ternak di belakang rumahnya. Setelah menemukan jenazah, Obet segera memanggil Ketua RT 003, Yunus Taemnanu (51), untuk memastikan kondisi korban.

Setelah memastikan bahwa Bernadus sudah tidak bernyawa, mereka melaporkan kejadian tersebut ke Pospol Amfoang Barat Laut. Tim medis dari Puskesmas Soliu dan anggota Polsek Amfoang Utara tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 Wita untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bernadus meninggal akibat cedera kepala berat dan patah leher akibat benturan keras saat jatuh dari ketinggian. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Hendry Novika Chandra, menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga jatuh karena kehilangan keseimbangan saat memanjat pohon kelapa dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras jenis sopi.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah. Jenazah Bernadus Buknoni telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Desa Oelfatu.

Faktor-faktor yang Berkontribusi pada Kecelakaan

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kecelakaan yang menimpa Bernadus Buknoni:

  • Konsumsi alkohol: Saat kejadian, korban dalam pengaruh minuman beralkohol jenis sopi. Alkohol dapat mengganggu keseimbangan dan koordinasi tubuh, sehingga meningkatkan risiko jatuh.
  • Aktivitas di atas pohon: Memanjat pohon kelapa adalah aktivitas yang membutuhkan keterampilan dan konsentrasi. Tanpa persiapan yang cukup, risiko kecelakaan sangat tinggi.
  • Kondisi lingkungan: Lokasi tempat pohon kelapa berada mungkin memiliki permukaan yang licin atau tidak stabil, sehingga memperbesar potensi kecelakaan.

Langkah-langkah Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, beberapa langkah penting dapat dilakukan:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Memberikan edukasi tentang bahaya konsumsi alkohol, terutama saat melakukan aktivitas yang berisiko seperti memanjat pohon.
  • Pemantauan lingkungan: Memastikan bahwa area yang digunakan untuk aktivitas tertentu aman dan tidak rentan terhadap kecelakaan.
  • Penggunaan alat keselamatan: Jika memungkinkan, menggunakan alat keselamatan seperti tali pengaman saat memanjat pohon atau melakukan pekerjaan di ketinggian.

Kesimpulan

Kecelakaan yang menimpa Bernadus Buknoni menjadi peringatan akan pentingnya kesadaran akan risiko yang terkait dengan aktivitas tertentu, terutama jika dilakukan dalam kondisi yang tidak optimal. Dengan peningkatan kesadaran dan penerapan langkah-langkah pencegahan, kejadian serupa dapat diminimalkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan