Produk Farmasi dan Kosmetik Indonesia Menembus Pasar Global
Produk farmasi dan kosmetik Indonesia kini telah menembus pasar ekspor di berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Oseania. Pencapaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat global terhadap standar, kualitas, dan inovasi yang dimiliki oleh industri farmasi dan kosmetik nasional.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier menekankan bahwa sektor industri farmasi dan kosmetik nasional berhasil mencatatkan keberhasilan dalam hal ekspor. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini menjadi validasi atas standar kualitas tinggi dan inovasi yang diterapkan oleh industri farmasi dan kosmetik Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami melihat permintaan yang terus meningkat untuk produk-produk yang menggabungkan bahan alami berkualitas dengan teknologi modern," ujar Taufiek dalam keterangan resminya, Sabtu (15/11/2025).
Ekspor Produk Kosmetik dan Perawatan Diri
Di sektor industri kosmetik dan perawatan diri, perusahaan Indonesia berhasil menembus pasar dengan produk-produk inovatif. Salah satu contohnya adalah PT Prioritas Jaya Indonesia yang mengekspor varian sabun pepaya dengan merek Jinzu dan Thai ke Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Nigeria, dan Kepulauan Pasifik.
Selain itu, varian parfum dengan merek Honor dan Vlagio juga telah diekspor ke Malaysia dan Filipina. Sementara itu, PT Malidas Sterilindo mengekspor sabun mandi dan sampo dengan merek d’orzu ke Malaysia. PT Gemma Natura Lestari juga menorehkan prestasi serupa dengan mengekspor produk merek Shumi ke Jepang dan merek Secrets ke Nigeria.

Didukung Pabrik Berskala Global
Kekuatan manufaktur Indonesia didukung oleh pabrik-pabrik berskala global. Salah satunya adalah PT Yasulor Indonesia (L’Oréal), yang merupakan pabrik L’Oréal grup terbesar di dunia. Pabrik ini mendedikasikan 60 persen kapasitas produksinya untuk pasar ekspor.
Produk L'Oreal menjangkau hampir 20 negara, termasuk negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN), Uni Emirat Arab (UEA), Pakistan, Australia, Korea, dan Afrika Selatan. Begitu juga dengan Unilever Indonesia yang telah mengekspor beragam produknya ke 22 negara di dunia.

Ekspor Produk Farmasi
Di sektor industri farmasi, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk telah mengekspor produk andalannya ke Filipina, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab. PT Indofarma Tbk juga mengekspor enam produk obat ke Afghanistan, tiga produk obat ke Singapura, dan dua produk obat ke Kamboja.
PT Phapros telah mengekspor berbagai jenis produk obat dan suplemen kesehatan ke Timor Leste, Peru, dan Kamboja. Sedangkan Dexa Group menunjukkan jangkauan ekspor yang sangat luas, mencakup negara-negara di Asia Tenggara (Filipina, Myanmar), Eropa (Inggris, Belanda, Polandia), Amerika (AS, Kanada), dan Afrika (Nigeria).
"PT Konimex juga telah mengekspor berbagai jenis produknya ke Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, China, Jepang, Arab Saudi, dan Kanada," ujar Taufiek.

Produk Herbal Diminati Pasar Global
Taufiek menuturkan, produk herbal Indonesia juga diminati pasar global. Misalnya, PT Setia Kawan Abadi yang mengekspor produk Golden Koffie dan Go-Slim ke Nigeria, serta produk Pinoy Jamu Booster dan Integra ke Filipina.
Selain itu, PT Sinkona Indonesia Lestari mengekspor berbagai jenis minyak atsiri yang selama ini digunakan sebagai bahan baku kosmetik, seperti minyak nilam, minyak sereh wangi, dan minyak pala, ke berbagai negara.
