Produk Warga Binaan Sulteng Menggebrak Ekonomi Nasional di IPPA Fest 2025 Jakarta

admin.aiotrade 27 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Produk Warga Binaan Sulteng Menggebrak Ekonomi Nasional di IPPA Fest 2025 Jakarta
Produk Warga Binaan Sulteng Menggebrak Ekonomi Nasional di IPPA Fest 2025 Jakarta

Produk UMKM Warga Binaan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah Menembus Pasar Nasional

Produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan Sulawesi Tengah kini menunjukkan keberhasilannya di panggung ekonomi nasional. Selama periode Januari hingga September 2025, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah mencatat capaian yang membanggakan melalui partisipasi produk UMKM warga binaan dalam Indonesia Prison Product Expo (IPPA) Fest di Lapangan Banteng dan Aloha PIK 2, Jakarta.

Ajang pameran berskala nasional yang digelar pada April dan Agustus 2025 tersebut menampilkan berbagai hasil karya dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Sulawesi Tengah. Total penjualan produk mencapai Rp 5.994.000, yang menjadi bukti nyata partisipasi aktif pemasyarakatan Sulteng dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis pembinaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Berikan Penjelasan

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata transformasi pembinaan warga binaan menuju kemandirian ekonomi kreatif. Ia mengatakan:

“Kami ingin menunjukkan bahwa di balik tembok pemasyarakatan, ada karya dan potensi besar. Produk-produk warga binaan tidak kalah kualitasnya dengan hasil UMKM pada umumnya,” ujar Bagus, Senin (27/10/2025).

Produk yang dipamerkan meliputi berbagai hasil kerajinan dan olahan pangan, seperti kerajinan batok kelapa, rajutan tas, kain tenun Donggala, tempat tisu, sambal roa, bawang goreng, dan keripik pisang. Selain itu, Lapas Tolitoli menampilkan lukisan dan papan catur kayu hasil karya warga binaannya, sementara Lapas Kolonodale memperkenalkan produk air minum kemasan Moiko Water.

Pameran Sebagai Wadah Pemberdayaan Ekonomi

Bagus menjelaskan, pameran tersebut tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga bentuk nyata pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan. “Kegiatan ini memberi ruang bagi mereka untuk belajar berwirausaha, memahami pasar, dan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu berkontribusi bagi masyarakat setelah bebas nanti,” tuturnya.

Ia menambahkan, capaian itu sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan dan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM bernilai ekonomi. “Melalui program ini, kami mendorong pembinaan yang lebih produktif dan berorientasi pada hasil nyata,” tegasnya.

Partisipasi di Berbagai Kegiatan Daerah

Selain tampil di tingkat nasional, produk UMKM binaan juga rutin dipamerkan di berbagai kegiatan daerah, seperti Car Free Day di Kabupaten Buol, pameran UMKM di Lapas Palu, hingga galeri kerajinan di Tolitoli dan Luwuk. Seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kanwil Ditjenpas Sulteng memperkuat jejaring pemasaran sekaligus mengubah wajah pemasyarakatan menjadi lebih produktif.

Apresiasi kepada Semua Pihak yang Mendukung

Bagus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, hingga mitra UMKM lokal yang turut membantu pengembangan produk warga binaan. “Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang percaya bahwa pembinaan bisa melahirkan karya dan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Komitmen Ke depan

Ke depan, Kanwil Ditjenpas Sulteng berkomitmen memperluas kapasitas pelatihan, memperkuat akses pasar digital, serta membangun sistem pembinaan berbasis industri kreatif agar hasil karya warga binaan semakin berdaya saing. “Pemasyarakatan harus menjadi bagian dari solusi ekonomi, bukan beban. Melalui UMKM, kami membangun karakter, keterampilan, dan kemandirian warga binaan,” pungkas Bagus.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan