
Jakarta.
Potensi penurunan produksi batubara nasional menjadi perhatian khusus bagi emiten produsen batubara, termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sebagai salah satu perusahaan terbesar di sektor pertambangan batubara Indonesia, PTBA mulai mempersiapkan strategi untuk menghadapi tantangan pasar yang mungkin akan tetap menantang pada tahun 2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal bahwa target produksi batubara nasional pada tahun 2026 akan dikurangi. Produksi komoditas ekspor utama ini diperkirakan akan berada di bawah 700 juta ton, akibat tren pelemahan permintaan global dan perlambatan capaian produksi pada tahun ini.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menyatakan bahwa penurunan target produksi oleh pemerintah sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan pasar serta mengantisipasi tren transisi energi. Kebijakan ini juga mencerminkan kesadaran pentingnya konservasi cadangan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, PTBA sebagai salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia selalu berupaya patuh dan mendukung kebijakan pemerintah.
“Kami akan menyesuaikan rencana produksinya dengan mempertimbangkan alokasi Domestic Market Obligation (DMO) serta peluang ekspor,” ujar Eko kepada aiotrade, Sabtu (15/11/2025).
Meskipun tidak menyebut proyeksi produksi PTBA pada 2026, Eko menjelaskan bahwa proyeksi tersebut sangat bergantung pada kebijakan alokasi kuota produksi dari pemerintah serta dinamika pasar global.
PTBA selalu mengedepankan efisiensi biaya dan optimasi operasional untuk mencapai target yang ditetapkan serta menjaga profitabilitas di tengah tantangan pasar. Secara teknis, proyeksi spesifik untuk 2026 akan ditentukan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang disetujui.
“Setelah mendapatkan persetujuan, PTBA akan menyampaikan informasi tersebut secara transparan kepada publik sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku,” imbuh dia.
Potensi berkurangnya target produksi batubara nasional dapat memengaruhi besaran belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan. Namun, PTBA menyatakan bahwa keputusan untuk mengurangi atau menambah investasi pembelian peralatan tambang baru tidak hanya didasari oleh volume produksi satu tahun, melainkan pada rencana jangka panjang perusahaan.
“Setiap keputusan capex akan tetap melalui evaluasi kelayakan yang menyeluruh untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan operasional,” kata Eko.
PTBA memiliki strategi multipilar untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi dan fluktuasi harga batubara. Di antaranya adalah optimasi biaya, peningkatan efisiensi operasional, serta perencanaan penambangan yang lebih selektif untuk menjaga harga pokok produksi (HPP) tetap kompetitif.
Selain itu, PTBA juga terus mengembangkan infrastruktur dan rantai pasok logistik agar biaya angkutan lebih efisien.
PTBA sendiri memperkirakan harga batubara termal masih akan bergerak volatil pada 2026. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca, faktor makroekonomi dan geopolitik, serta dinamika transisi energi global.
“Potensi perbaikan harga di 2026 tetap ada apabila terjadi lonjakan permintaan dari negara-negara yang masih mengandalkan batubara atau jika terjadi kendala pasokan dari produsen utama,” tandas dia.
Sebelumnya, manajemen PTBA menargetkan volume produksi batubara sebanyak 50,05 juta ton pada 2025, sedangkan volume penjualan dan volume angkutan masing-masing sebesar 50,09 juta ton dan 43,25 juta ton.
Hingga kuartal III-2025, volume produksi batubara PTBA meningkat 9% year on year (yoy) menjadi 35,90 juta ton. Pada periode yang sama, volume penjualan batubara PTBA tumbuh 8% yoy menjadi 33,70 juta ton.
PTBA Chart
by TradingView
PTBA Chart
by TradingView