Produksi minyak baru capai 604.825 barel, target APBN terancam meleset

admin.aiotrade 24 Des 2025 3 menit 22x dilihat
Produksi minyak baru capai 604.825 barel, target APBN terancam meleset


Produksi minyak nasional pada akhir tahun 2025 masih sedikit tertinggal dari target yang ditetapkan. Menurut data dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), realisasi lifting minyak atau produksi siap jual mencapai 604.825 barel per hari (bph) hingga Selasa (23/12/2025). Angka ini masih terpaut sekitar 175 bph dari target APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 605.000 bph.

Sebelumnya, SKK Migas memperkirakan bahwa produksi minyak nasional akan melampaui target, dengan kisaran antara 606.000–607.000 bph. Namun, beberapa faktor menghambat pencapaian target tersebut. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa secara teknis target dapat tercapai, tetapi gangguan operasional menjadi kendala utama.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Faktor Penyebab Penurunan Produksi

Menurut Djoko, kebocoran dan kerusakan pipa di beberapa wilayah menjadi penyebab utama penurunan produksi. Insiden ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, serta pipa milik ExxonMobil. Dampaknya sangat signifikan terhadap produksi harian. Ia menyatakan, β€œKita kemarin ada pipa bocor baik di Aceh maupun di Sumatera Utara, juga pipa pecah di Exxon, sehingga kita kekurangan banyak.”

Selain itu, adanya gangguan pasokan listrik di Blok Rokan pada September 2025 menyebabkan turunnya produksi sekitar 25.000 bph. Meskipun demikian, pemerintah masih memiliki waktu sekitar sepuluh hari ke depan untuk mengejar target lifting minyak nasional.

Upaya Mengejar Target

Untuk mengejar target, SKK Migas melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah mengoptimalkan sumur-sumur yang belum berproduksi maksimal. Contohnya adalah Lapangan West Kampar yang dikelola oleh PT APG Westkampar Indonesia. Sepanjang 2025, perusahaan ini telah mengebor tujuh sumur. Saat ini, produksi minyak dari West Kampar mencapai sekitar 1.250 bph. Djoko berharap, setelah sumur ketujuh beroperasi penuh, produksi bisa meningkat hingga 1.500 bph.

Selain itu, SKK Migas juga mempercepat pengangkutan minyak menggunakan moda alternatif. Langkah ini dilakukan karena perbaikan dan penggantian pipa membutuhkan waktu relatif lama. Djoko menjelaskan, β€œYa strateginya kan kalau perbaiki pipa perlu waktu lama. Ganti pipa, potong, las, juga kondisinya medannya berat di sana. Jadi kita pakai truk. Jadi sementara kita pakai truk minyaknya kita angkut, cuma kan bolak-balik jadi take time. Tapi enggak apa-apa daripada kita kehilangan produksi.”

Perusahaan Pemroduksi Terbesar

Berdasarkan data SKK Migas, Pertamina Hulu Rokan menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 151.000 bph. Diikuti oleh ExxonMobil di Bojonegoro yang mencapai 147.000 bph.

Djoko juga menyampaikan bahwa hingga 10 November 2025, produksi minyak nasional telah mencapai 606.020 bph. Capaian ini menunjukkan tren positif menjelang penutupan tahun. Ia berharap produksi ini dapat bertahan hingga Desember, sehingga semua minyak yang diproduksi dapat dikumpulkan sebelum kapal tanker datang.

Proyeksi Produksi Akhir Tahun

Djoko memperkirakan bahwa produksi minyak nasional berpotensi menembus 625.000 bph pada Desember mendatang. Dengan demikian, rata-rata produksi minyak nasional sepanjang 2025 diproyeksikan berada di kisaran 606.000–607.000 bph. β€œIni sudah melebihi target APBN,” ujarnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan