
Kolaborasi Industri Makanan dan Minuman dengan BPOM untuk Menjaga Kualitas Produk
Industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia terus berupaya memastikan kualitas dan keamanan produk yang mereka tawarkan kepada konsumen. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar semua produk sesuai dengan standar pemerintah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa ada empat aspek utama yang harus dipenuhi oleh pelaku industri pangan olahan nasional. Keempat aspek tersebut meliputi:
- Keamanan dan kualitas produk
- Kontribusi terhadap ekonomi dan pangan lokal
- Daya saing global
- Keberlanjutan
Menurutnya, pilar-pilar ini harus selalu dijaga agar industri makanan dan minuman dapat berkembang secara berkelanjutan dan tetap kompetitif di pasar internasional.
Mendorong Ekspor Produk dengan Mematuhi Standar Negara Tujuan
Taruna menekankan bahwa BPOM mendorong pelaku usaha untuk memperluas pasar internasional dengan meningkatkan ekspor produk. Namun, ia mengingatkan bahwa perusahaan harus memenuhi regulasi dan standar negara tujuan ekspor.
"Industri harus siap mengantisipasi isu-isu keamanan pangan global," ujarnya. Hal ini menjadi penting karena persaingan di pasar internasional sangat ketat, dan setiap produk harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan.
Tanggung Jawab Produsen dalam Menjamin Mutu Produk
Produsen pangan memiliki tanggung jawab utama dalam menjaga mutu dan keamanan produknya. Salah satu kewajiban penting adalah memiliki sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta memenuhi standar perizinan, sertifikasi, dan kandungan gizi sebelum produk beredar di pasaran.
Taruna juga menyampaikan bahwa standar keamanan pangan akan semakin ketat, terutama untuk produk siap santap. "Konsumen seharusnya bisa mengonsumsi makanan tanpa proses pemasakan tambahan. Karena itu, kami memastikan PT So Good Food menerapkan praktik terbaik di setiap rantai produksinya," tambahnya.
Komitmen PT So Good Food dalam Menyediakan Produk Berkualitas
Direktur PT So Good Food, Ahmad Komara, menyambut baik arahan dari BPOM. Pihaknya berkomitmen menjaga kualitas produk hingga ke tangan konsumen melalui penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
"Kami berharap kerja sama dengan BPOM semakin kuat agar kami bisa menghadirkan produk pangan beku yang aman, bergizi, dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia," ujar Rachmat Indrajaya, Direktur JAPFA, induk usaha PT So Good Food.
Dengan kolaborasi yang kuat antara BPOM dan pelaku industri makanan, diharapkan kualitas produk akan terus meningkat, sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati makanan yang aman dan bergizi.