
Peran BPOM dalam Menjaga Kualitas Produk Makanan dan Minuman
Industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia terus berupaya mempertahankan kualitas dan keamanan produk yang mereka tawarkan kepada konsumen. Salah satu langkah penting yang dilakukan oleh pelaku industri adalah menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar produk sesuai dengan standar pemerintah yang berlaku.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa ada empat aspek utama yang harus dipenuhi oleh pelaku industri pangan olahan nasional. “Keamanan dan kualitas produk, kontribusi terhadap ekonomi dan pangan lokal, daya saing global, serta keberlanjutan adalah pilar utama yang harus dijaga,” ujarnya saat mengunjungi fasilitas produksi sosis ayam dan sapi PT So Good Food di Sidoarjo, Jumat (24/10).
Peningkatan Ekspor Produk Makanan Olahan
Taruna menekankan bahwa BPOM mendorong pelaku usaha untuk memperluas pasar internasional dengan meningkatkan ekspor produk. Namun, ia menegaskan bahwa produsen harus memenuhi regulasi dan standar negara tujuan ekspor. “Industri harus siap mengantisipasi isu-isu keamanan pangan global,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa standar keamanan pangan akan semakin ketat, terutama untuk produk siap santap. Konsumen seharusnya bisa mengonsumsi makanan tanpa proses pemasakan tambahan. Oleh karena itu, BPOM memastikan bahwa perusahaan seperti PT So Good Food menerapkan praktik terbaik di setiap rantai produksinya.
Kewajiban Produsen dalam Memenuhi Standar
Produsen pangan memiliki tanggung jawab utama dalam menjamin mutu dan keamanan produknya. Salah satu kewajiban penting adalah memiliki sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta memenuhi standar perizinan, sertifikasi, dan kandungan gizi sebelum produk beredar di pasaran.
Direktur PT So Good Food, Ahmad Komara, menyambut baik arahan dari BPOM. Pihaknya berkomitmen menjaga kualitas produk hingga ke tangan konsumen melalui penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Prinsip ini menjadi dasar dari pengembangan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Komitmen untuk Menciptakan Produk yang Aman dan Terpercaya
Rachmat Indrajaya, Direktur JAPFA, induk usaha PT So Good Food, menyampaikan harapan bahwa kerja sama dengan BPOM akan semakin kuat. “Kami berharap dapat menghadirkan produk pangan beku yang aman, bergizi, dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara BPOM dan pelaku industri, diharapkan kualitas produk makanan dan minuman di Indonesia tetap terjaga. Proses produksi yang transparan dan sesuai standar akan memberikan rasa aman bagi konsumen. Selain itu, keberlanjutan dan daya saing global juga menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri mamin.
Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Industri
Untuk mencapai standar yang ditetapkan, pelaku industri perlu melakukan beberapa langkah penting, seperti:
- Memastikan semua produk telah melalui proses sertifikasi CPPOB
- Mengikuti regulasi dan standar yang berlaku di pasar internasional
- Melakukan pengujian kualitas secara berkala
- Memperkuat sistem manajemen keamanan pangan
- Meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya keamanan pangan
Dengan menjalankan langkah-langkah tersebut, industri mamin di Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha akan menjadi kunci sukses dalam menjaga kualitas produk yang dikonsumsi oleh masyarakat.