Profil Agoes Projosasmito, Orang Kaya ke-11 RI di Balik Kesuksesan BRMS-BUMI

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Profil Agoes Projosasmito, Orang Kaya ke-11 RI di Balik Kesuksesan BRMS-BUMI

Profil Agoes Projosasmito, Orang Kaya Indonesia yang Menggenggam Saham di Banyak Perusahaan

Agoes Projosasmito kini menjadi sorotan publik setelah masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes. Dalam daftar terbaru yang dirilis pada Senin (15/12), Agoes menempati peringkat ke-11 sebagai tokoh terkaya di Indonesia. Total kekayaannya mencapai US$ 5,5 miliar atau sekitar Rp 91,58 triliun berdasarkan kurs Rp 16.652 per dolar AS. Angka ini menjadikannya sebagai salah satu individu terkaya di dunia dengan posisi ke-726.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kekayaan yang dimiliki Agoes tidak lepas dari kinerja perusahaan-perusahaan yang ia kelola. Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Wakil Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk (BUMI), serta Presiden Komisaris dan pengendali PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Meski hanya memiliki saham minoritas saat IPO AMMN, Agoes secara bertahap meningkatkan kepemilikan sahamnya seiring kenaikan harga saham pasca-IPO pada 2023. Saat ini, ia menguasai sebanyak 289,18 juta saham AMMN.

Pengalaman dan Pendidikan yang Membentuk Karier Agoes

Agoes memiliki pengalaman luas di industri keuangan dan pasar modal Indonesia selama lebih dari empat dekade. Kariernya dimulai sebagai Head of Capital Markets PT Danareksa pada tahun 1982. Selanjutnya, ia menduduki posisi strategis seperti Wakil Presiden Direktur DBS Securities Indonesia pada periode 1992–1995 dan Direktur Utama Danareksa dari 1995 hingga 2001.

Pendidikannya juga sangat membanggakan. Agoes meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Kristen Satya Wacana pada 1982 dan Diploma Economics of Development dari Australian National University pada 1988. Ia diangkat sebagai Komisaris Utama AMMN pada Februari 2021 dan kemudian menjabat Direktur Utama BRMS sejak Maret 2022.

Selain itu, Agoes memiliki jam terbang panjang di sektor pertambangan. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Amman Mineral Internasional, Wakil Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara, Direktur Utama Ithaca Resources, serta Komisaris Utama Maduma Coal Energy. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Ekonomi di Komite Standar Profesional Pasar Modal.

Kinerja Saham di Bawah Kendali Agoes

Tahun 2025 menjadi tahun yang luar biasa bagi saham-saham yang berada di bawah kendali Agoes. Salah satunya adalah BRMS, yang harga sahamnya melonjak sebesar 248,27% sepanjang tahun. Penguatan BRMS didorong oleh lonjakan produksi emas, khususnya dari Tambang Palu, serta reli harga komoditas emas di pasar global. Selain itu, BRMS juga masuk sebagai konstituen MSCI Global Standard, yang memberikan sentimen positif bagi sahamnya.

BUMI, yang juga berada di bawah pengelolaan Agoes, mencatatkan kenaikan sebesar 211,86% sejak awal tahun. Kenaikan ini dipengaruhi oleh aksi korporasi agresif yang dilakukan oleh perseroan. BUMI sedang dalam proses mengakuisisi Jubilee Metals Limited (JML), tambang emas yang telah memasuki tahap produksi di Australia. Perseroan juga menguasai 45% saham PT Laman Mining, perusahaan tambang bauksit di Kalimantan Barat, serta telah merampungkan akuisisi 100% saham Wolfram Limited (WFL), perusahaan tambang emas berbasis Australia.

Untuk mendukung ekspansi, BUMI menerbitkan obligasi dengan target penghimpunan dana hingga Rp 5 triliun. Perseroan juga membuka peluang aksi akuisisi lanjutan di sektor mineral dan bidang lain yang potensial.

Berbeda dengan BRMS dan BUMI, AMMN mencatatkan pergerakan saham yang bervariasi sepanjang tahun ini. Hingga saat ini, harga saham AMMN terkoreksi sebesar 21,83% secara year to date. Meskipun demikian, kepemilikan saham Agoes terhadap AMMN tetap menjadi aset penting dalam portofolio kekayaannya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan