Sejarah dan Kehidupan Endang Juta, Pengusaha Super Kaya dari Tasikmalaya
Endang Juta adalah sosok yang tidak asing bagi warga Tasikmalaya. Nama ini selalu dikaitkan dengan seorang pengusaha kaya raya yang tinggal di kaki Gunung Galunggung. Dengan nama lengkap Endang Abdul Malik, pria ini lebih dikenal dengan julukan Endang Juta.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meskipun tidak pernah terlibat langsung dalam dunia politik, Endang Juta memiliki pengaruh besar di kalangan para tokoh politik. Setiap kali ada pemilihan umum atau acara penting, banyak politisi yang datang kepadanya untuk meminta dukungan. Salah satu contohnya adalah H. Cecep Nurul Yakin, yang akhirnya menjadi Bupati Tasikmalaya periode 2025–2030 setelah mengunjungi Endang Juta untuk bersilaturahmi.
Kehidupan Sederhana Meski Kaya Raya
Meskipun dikenal sebagai Crazy Rich dari Galunggung, Endang Juta tetap menjaga kesederhanaannya. Dia tampil ramah dan apa adanya. Bahasa serta ucapan yang dia gunakan sering membuat orang tertawa karena sifatnya yang spontan dan jujur.
Endang Juta juga tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin bertemu dengannya. Setiap hari Jumat, dia menerima tamu di Masjid Al Malik, yang berada di dekat rumahnya di kaki Gunung Galunggung. Tempat ini menjadi pusat silaturahmi dan pertemuan dengan banyak orang.
Asal Usul Nama Endang Juta
Endang Juta lahir dan dibesarkan di Kampung Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Awalnya, dia bukanlah seorang yang kaya. Orangtuanya adalah petani biasa di daerah tersebut. Namun, kekayaan alam yang ada di sekitar Gunung Galunggung, seperti pasir yang melimpah, membuka peluang bagi dirinya.
Melalui usaha penjualan pasir, Endang Juta berubah dari pekerja biasa menjadi pengusaha sukses. Perlahan-lahan, dia menjadi bos pasir. Dari sini, nama Endang Abdul Malik berganti menjadi Endang Juta. Julukan ini diberikan karena uang yang dimilikinya sangat banyak, bahkan mencapai jutaan.
“Dilandih Endang Juta teh da pedah artosnya mang juta-juta,” kata Mang Omih, salah seorang warga Sukaratu yang pernah bekerja sebagai pengangkut pasir. Menurutnya, bisnis pasir mulai marak setelah letusan Gunung Galunggung pada tahun 1982.
“Waktu itu akibat letusan Gunung Galunggung, pasir berlimpah di kaki Galunggung. Orang bebas mengambil kapan saja,” tambah Mang Omih. Sejak saat itu, truk-truk pasir mulai berdatangan dan mengangkut pasir untuk dijual ke berbagai daerah.
“Kapungkur ge emang ngiring usaha, jadi tukang angkut keusik,” katanya lagi. Dari situasi inilah, nama Endang Juta mulai dikenal sebagai pengusaha pasir di Galunggung.