
Penipuan Mata Uang Kripto yang Melibatkan Kamp Kerja Paksa
Seorang konglomerat terbesar di Kamboja, Prince Holding Group, kini menjadi sorotan setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) menuduh pendirinya, Chen Zhi, terlibat dalam penipuan mata uang kripto besar-besaran. Penipuan ini diduga melibatkan kamp kerja paksa yang digunakan untuk mengeksploitasi manusia dan menipu calon investor.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa Chen Zhi, seorang warga negara Kamboja, telah didakwa di New York dengan konspirasi penipuan dan pencucian uang. Dia dan rekan-rekannya yang tidak disebutkan namanya diduga menggunakan sistem yang merugikan korban untuk memperoleh keuntungan finansial besar. Uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk membeli kapal pesiar, jet pribadi, dan lukisan Picasso.
Lebih dari US$ 14 miliar dalam bentuk bitcoin telah disita oleh otoritas AS. Direktur FBI Kash Patel menyebut kasus Chen Zhi sebagai salah satu penyitaan penipuan keuangan terbesar dalam sejarah. Bisnis Chen Zhi juga dikenai sanksi oleh otoritas AS dan Inggris sebagai bagian dari operasi gabungan melawan organisasi kriminal transnasional.
Profil Chen Zhi
Chen Zhi, yang berusia 37 tahun, adalah ketua pendiri konglomerat Kamboja, Prince Holding Group. Perusahaan ini memiliki kepentingan di berbagai sektor seperti real estat, jasa keuangan, dan bisnis konsumen. Unit bisnis utamanya termasuk Prince Real Estate Group, Prince Huan Yu Real Estate Group, dan Prince Bank.
Prince Holding Group mengoperasikan proyek-proyek senilai lebih dari US$ 2 miliar di Kamboja, termasuk pusat perbelanjaan besar, Prince Plaza, di ibu kota Phnom Penh. Menurut laporan media, Chen lahir di Tiongkok, tetapi ia memegang kewarganegaraan Kamboja dan Inggris.
Di situs web perusahaan, Chen Zhi digambarkan sebagai pengusaha yang disegani dan filantropis ternama di komunitas bisnis Kamboja. Dia aktif dalam berbagai kegiatan amal melalui yayasan amal grup tersebut, Prince Foundation. Chen Zhi juga pernah menjadi penasihat Perdana Menteri Hun Manet dan ayahnya, Hun Sen. Ia mendapat gelar kehormatan Neak Oknha dari pemerintah Kamboja, yang berarti "taipan terkemuka".
Tuduhan Terhadap Chen Zhi
Chen Zhi masih diburu oleh pemerintah AS. Menurut jaksa AS, Chen Zhi, yang juga dikenal sebagai Vincent, adalah dalang di balik penipuan siber yang beroperasi di bawah naungan Prince Group. Kelompok usaha ini berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal transnasional terbesar di Asia.
Skema penipuan ini, yang dikenal sebagai penipuan "penyembelihan babi", diduga telah menipu korban di seluruh dunia hingga miliaran dolar. Prince Holding Group milik Chen Zhi membangun sedikitnya 10 kompleks di Kamboja, tempat para pekerja yang seringkali merupakan migran yang ditahan di luar keinginan mereka.
Para pekerja dipaksa menghubungi ribuan korban melalui media sosial atau platform pesan daring, membangun hubungan baik, dan membujuk mereka untuk mentransfer mata uang kripto dengan harapan memperoleh keuntungan investasi yang besar.
"Para pekerja yang diperdagangkan dikurung di kompleks seperti penjara dan dipaksa melakukan penipuan daring dalam skala besar, memangsa ribuan orang di seluruh dunia, termasuk banyak di Amerika Serikat," kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John A. Eisenberg.
Jaksa menyatakan, Chen membanggakan bahwa penipuan yang disebut “penyembelihan babi” itu menghasilkan US$ 30 juta per hari. Departemen Kehakiman AS mengatakan Chen dan rekan-rekannya yang tidak disebutkan namanya menggunakan sebagian hasil penipuan untuk perjalanan dan hiburan mewah. Uang itu digunakan pula untuk membeli barang-barang lain seperti jam tangan, kapal pesiar dan jet pribadi, rumah liburan, barang-barang koleksi mewah, dan karya seni langka.
Jika terbukti bersalah, Chen Zhi menghadapi hukuman maksimum 40 tahun penjara. Baik Chen Zhi maupun perusahaan sebelumnya membantah tuduhan kriminalitas. AS mendakwa eksekutif Kamboja dalam penipuan kripto besar-besaran dan menyita lebih dari US$ 14 miliar dalam bentuk bitcoin.
Bagaimana Reaksi Kamboja?
Pada hari Rabu, pemerintah Kamboja mengatakan pihaknya berharap AS dan Inggris memiliki bukti yang cukup untuk memburu Chen dan Prince Holding Group. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, mengatakan Prince Holding Group telah memenuhi semua persyaratan hukum untuk beroperasi di Kamboja dan diperlakukan sama seperti perusahaan besar lainnya yang berinvestasi di negara tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa kewarganegaraan Kamboja yang diberikan kepada Chen Zhi telah sesuai dengan hukum. Touch Sokhak mengatakan Kamboja akan bekerja sama jika ada permintaan resmi yang didukung oleh bukti. "Kami tidak melindungi individu yang melanggar hukum," ujarnya. Kamboja menekankan bahwa pemerintah tidak menuduh Prince Holding Group atau Chen melakukan kesalahan.
"Saya tidak punya banyak hal untuk dikatakan tentang upaya otoritas Amerika dan Inggris untuk menangkapnya, tetapi pertama-tama, kami hanya berharap akan ada argumen dan bukti yang cukup untuk memberatkannya," ujar Touch Sokhak.