:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/donald-trump-ditembak-saat-kampanye-pilpres-as-2024_20240714_230046.jpg)
Profil Cole Tomas Allen, Tersangka Penembakan di Jamuan Gedung Putih
Cole Tomas Allen, tersangka penembakan yang terjadi saat jamuan makan malam koresponden Gedung Putih, memiliki latar belakang pendidikan yang menonjol dan karier sebagai seorang guru. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan pendiam, namun kini menghadapi dua dakwaan setelah diduga membawa senjata dan melukai petugas keamanan saat insiden Sabtu (25/4/2026). Meski motif penembakan masih dalam penyelidikan, pihak berwajib mendalami kemungkinan bahwa target serangan mengarah pada pejabat pemerintahan.
Latar Pendidikan yang Mentereng
Allen adalah lulusan California Institute of Technology (Caltech) dengan gelar teknik mesin pada 2017. Selain itu, ia juga menyelesaikan studi magister ilmu komputer di California State University, Dominguez Hills, pada 2025. Dalam profil profesionalnya, Allen menggambarkan dirinya sebagai insinyur mesin, ilmuwan komputer, pengembang gim independen, sekaligus guru. Ia mulai menjadi pengajar paruh waktu sejak 2020 dan bekerja di C2 Education, perusahaan bimbingan belajar dan persiapan ujian di Amerika Serikat.
Allen juga dikenal sebagai guru berprestasi yang pernah menerima penghargaan Teacher of the Month pada Desember 2024 di tempatnya mengajar. Rekan-rekannya menyebutnya sebagai sosok yang cerdas dan tertutup, bahkan mantan rekan setim volinya menyebut Allen sebagai hampir jenius karena kemampuan akademiknya yang menonjol, terutama di bidang sains dan matematika.
Keterlibatan dalam Insiden Penembakan
Dalam insiden Sabtu (25/4/2026), Allen diduga menerobos pemeriksaan keamanan sebelum melepaskan tembakan. Ia disebut membawa senapan, pistol, dan sejumlah pisau. Seorang petugas keamanan terluka dalam kejadian tersebut, namun selamat setelah rompi antipeluru menahan tembakan. Allen kini menghadapi dua dakwaan terkait penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal.
Motif Masih Diselidiki
Menurut aparat, Allen tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan belum pernah masuk radar penegak hukum. Motif penembakan juga masih menjadi misteri. Namun, sumber penyidik menyebut tersangka mengaku menargetkan pejabat pemerintahan, bukan Presiden Donald Trump secara spesifik. Saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk mengusut latar belakang dan aktivitas Allen sebelum insiden terjadi.
Pengakuan dan Perasaan Rekan
Teman-temannya mengaku terkejut saat mengetahui Allen terseret kasus penembakan di acara yang dihadiri Presiden Amerika Serikat. Mereka merasa tidak menyangka bahwa orang yang mereka kenal sebagai sosok cerdas dan pendiam bisa terlibat dalam tindakan yang sangat ekstrem. Beberapa dari mereka menyebut bahwa Allen jarang berbicara tentang kehidupan pribadinya atau tujuan hidupnya, sehingga sulit untuk memahami apa yang mendorongnya melakukan aksi tersebut.
Tindakan Hukum yang Dilakukan
Allen kini ditahan dan menjalani proses hukum yang sedang berlangsung. Pihak berwajib mengatakan bahwa mereka akan terus menginvestigasi semua aspek kasus ini, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Mereka juga mencari informasi lebih lanjut mengenai alasan di balik tindakan Allen, serta apakah ada faktor-faktor psikologis atau sosial yang turut berperan.