Profil KGPH Hangabehi: Putra Tertua dari Pakubuwono XIII
KGPH Hangabehi adalah sosok penting dalam keraton Solo, yang merupakan putra tertua dari Sultan Pakubuwono XIII. Ia lahir dengan nama kecil Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto pada 5 Februari 1985. Sebagai putra dari istri kedua Sultan, yaitu Winari Sri Haryani (dikenal juga sebagai KRAy Winari), ia memiliki latar belakang keluarga kerajaan yang kuat.
Sebelumnya, KGPH Hangabehi memiliki gelar KGPH Mangkoeboemi. Namun, pada 24 Desember 2022, gelar tersebut diganti menjadi KGPH Hangabehi. Perubahan ini terjadi sebagai bentuk penolakan terhadap penobatan KGPH Purbaya sebagai putra mahkota Keraton Solo. Penolakan ini berasal dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo yang merasa tidak setuju dengan pengangkatan KGPH Purbaya sebagai pewaris tahta.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gelar KGPH sendiri merupakan gelar kebangsawanan Jawa yang diberikan kepada keturunan ningrat, khususnya putra Sultan yang lahir dari permaisuri dan telah diangkat sebagai pangeran dewasa. Gelar ini sering digunakan dalam tradisi kerajaan Jawa, terutama di keraton-keraton seperti Surakarta dan Yogyakarta. Kata "Kanjeng" yang terdapat dalam gelar ini menunjukkan tingkat penghormatan tambahan.
Dinamika Penobatan Putra Mahkota
Pada momen wafatnya Pakubuwono XIII, KGPH Hangabehi menjadi sorotan karena tindakannya yang sangat emosional. Saat itu, ia tampak nyaris jatuh pingsan akibat rasa sedih dan kehilangan ayahnya. Dalam video yang beredar, ia tampak menangis sesenggukan dan tidak mampu berdiri tegak saat mengiringi jenazah ayahnya. Akibatnya, ia harus digotong oleh prajurit TNI.
Penobatan KGPH Purbaya sebagai putra mahkota terjadi pada 27 Februari 2022, ketika Tinggaldalem Jumenengan SKKS Pakubuwana XIII ke-18. Penobatan ini sekaligus memberikan gelar baru kepada KGPH Purbaya, yaitu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rojo Putra Narendra ing Mataram atau KGPAA Hamangkunegoro. KGPH Purbaya adalah anak dari Kanjeng Ratu Asih atau GKR Pakubuwana Pradapaningsih, istri ketiga Pakubuwono XIII yang diangkat menjadi permaisuri atau ratu keraton.
Perubahan Gelar dan Makna di Baliknya
Perubahan gelar KGPH Mangkoeboemi menjadi KGPH Hangabehi bukanlah hal yang biasa. Ini mencerminkan dinamika internal keraton yang cukup rumit. Masyarakat keraton percaya bahwa penggantian ini dilakukan untuk menunjukkan penolakan terhadap proses penobatan putra mahkota yang dianggap tidak sesuai dengan aturan adat. Hal ini juga menunjukkan bahwa KGPH Hangabehi memiliki posisi yang kuat dalam struktur keraton.
Dalam konteks sejarah, gelar KGPH biasanya disandang oleh putra-putra Sultan yang telah dewasa dan mendapat posisi resmi dalam struktur keraton. Dengan demikian, KGPH Hangabehi tidak hanya memiliki status bangsawan tinggi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan norma kerajaan.

Biodata Singkat KGPH Hangabehi
- Nama Lengkap: Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto
- Nama/Gelar Saat Ini: Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi
- Nama/Gelar Sebelumnya: KGPH Mangkoeboemi
- Tanggal Lahir: 5 Februari 1985
- Orangtua: Putra tertua Pakubuwono XIII dari istri kedua, Winari Sri Haryani (KRAy Winari)
- Perubahan Gelar: Berganti menjadi KGPH Hangabehi pada 24 Desember 2022
KGPH Hangabehi kini menjadi tokoh yang sangat diperhitungkan dalam lingkungan keraton Solo. Dengan latar belakang yang kuat dan posisi yang jelas, ia diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan dan tradisi kerajaan.