Pengangkatan Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris BNI
Febrio Nathan Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telah diangkat menjadi Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI. Pengangkatan ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Febrio menggantikan Suminto yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris BNI. Ia diberhentikan karena ditugaskan menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara ex-officio dari Kemenkeu. Berikut adalah profil lengkap Febrio Nathan Kacaribu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Latar Belakang Kelahiran

Febrio lahir di Sidikalang, Sumatra Utara (Sumut), pada tanggal 27 Februari 1978. Saat ini ia berusia 47 tahun. Dikutip dari situs resmi Kemenkeu, Febrio memiliki gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 2002. Setelah itu, ia melanjutkan studinya dan meraih gelar Master of International & Development Economics dari Australian National University pada 2005. Pada 2014, ia memperoleh gelar doktor atau Ph.D dari University of Kansas.
Karier di Kementerian Keuangan

Febrio memiliki pengalaman karier yang cukup panjang di Kementerian Keuangan. Sejak 2015, ia menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan LPEM. Pada 3 April 2020, ia dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Per 23 Mei 2025, Febrio akhirnya dilantik sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal.
Profil Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun periodik 2024, Febrio memiliki kekayaan senilai Rp16,76 miliar. Kekayaannya terdiri dari beberapa aset seperti tanah dan bangunan senilai Rp1,2 miliar. Aset tersebut berlokasi di Jakarta Pusat dan Kabupaten Dairi, Sumut.
Selain itu, Febrio juga memiliki mobil Toyota Fortuner VRZ tahun 2018 senilai Rp395 juta. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp10,4 juta, surat berharga senilai Rp11,05 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp3,1 miliar. Dalam laporan tersebut, Febrio tercatat memiliki utang sebesar Rp7,76 juta.
Penugasan Baru di BNI
Pengangkatan Febrio sebagai Komisaris BNI menandai pergeseran dalam struktur kepemimpinan bank pemerintah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Kemenkeu terus memperkuat peran ekonom dan ahli keuangan dalam menjalankan tugas-tugas strategis di sektor perbankan.
Beberapa rekan kerja dan mantan atasan Febrio juga telah mendapatkan posisi penting di BNI. Misalnya, Anak Buah Purbaya dilantik sebagai Komisaris BNI, sementara OJK telah menyetujui pengangkatan Munadi Herlambang sebagai Direktur BNI yang baru.
Febrio sendiri dikenal sebagai ekonom lulusan Universitas Indonesia yang pernah diajar oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pengalaman akademik dan profesionalnya memberikan dasar kuat untuk menjalankan tanggung jawab barunya sebagai Komisaris BNI.