
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI secara resmi mengangkat Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, sebagai komisaris perseroan. Penunjukan ini dilakukan untuk menggantikan Suminto yang masa jabatannya berakhir setelah mendapat penugasan baru di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pengangkatan Febrio sebagai komisaris telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI yang digelar pada Senin (15/12). Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui pemberhentian Suminto sebagai anggota Dewan Komisaris BNI.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menjelaskan bahwa Suminto diberhentikan karena ditugaskan sebagai anggota Dewan Komisioner LPS ex-officio Kementerian Keuangan sejak Oktober 2025. Masa jabatan Suminto sebagai Komisaris Perseroan berakhir sejak 8 Oktober 2025, dan pengukuhan pemberhentiannya ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa ini.
Profil Febrio Nathan Kacaribu
Febrio Nathan Kacaribu lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada tahun 1978. Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 2002. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan magister di bidang International and Development Economics di Australian National University pada 2005. Gelar doktor diperolehnya dari University of Kansas pada 2014.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio pernah menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan LPEM FEB UI sejak 2015. Ia kemudian dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 3 April 2020.
Bidang keahlian Febrio mencakup ekonomi makro dan proyeksi bisnis, pemodelan ekonomi, ekonomi keuangan dan moneter, serta analisis kebijakan publik. Ia resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan sejak 23 Mei 2025.
Kinerja Kredit BNI
Dalam tugasnya nanti, Febrio akan bergabung dengan BNI yang mencatatkan penyaluran kredit hingga Rp 812 triliun pada kuartal ketiga 2025. Angka ini tumbuh sebesar 10,5% secara tahunan (yoy), dengan pertumbuhan kredit yang lebih seimbang dan sehat di semua segmen bisnis.
Kredit korporasi meningkat sebesar 12,4% yoy menjadi Rp 451 triliun. Sementara itu, segmen menengah dan UMKM non-KUR masing-masing meningkat 14,3% yoy menjadi Rp 120 triliun dan 13,9% yoy menjadi Rp 46 triliun.
Segmen konsumer juga mencatat pertumbuhan 9,6% yoy menjadi Rp 150,2 triliun, didorong oleh peningkatan permintaan KPR, personal loan, dan kartu kredit. Di tingkat grup, kredit usaha anak perusahaan tumbuh 15,3% yoy menjadi Rp 17,4 triliun.
Kinerja Keuangan yang Solid
BNI mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Hal ini didukung oleh penguatan fundamental, efisiensi pendanaan, serta transformasi digital yang berkelanjutan.