
Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (10/11/2025), menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Sarwo Edhi Wibowo. Penghargaan ini diberikan dalam upacara yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan keluarga besar dari penerima gelar tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sarwo Edhi Wibowo diusulkan sebagai penerima gelar pahlawan nasional dari Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, pembawa acara menjelaskan bahwa Sarwo Edhi Wibowo adalah tokoh perjuangan bersenjata yang berasal dari wilayah tersebut. Perjuangan militer Sarwo Edhi dimulai sebagai komandan kompi dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) selama periode perang kemerdekaan 1945 hingga 1949.
Ahli waris Sarwo Edhi Wibowo diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Upacara ini juga menjadi momen penting bagi keluarga besar Sarwo Edhi Wibowo untuk merayakan penghargaan yang diberikan oleh negara.
Daftar 10 Nama yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Berikut ini adalah daftar 10 nama yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo:
- Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik)
- Almarhumah Marsinah (Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan)
- Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)
- Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)
- Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Zainal Abidin Syah (Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi)
Profil Sarwo Edhi Wibowo
Sarwo Edhi Wibowo lahir pada 25 Juli 1927 di Desa Pangenjuru, Purworejo, Jawa Tengah. Ia adalah putra dari pasangan Raden Kartowilogo dan Raden Ayu Sutini. Sejak kecil, Sarwo Edhi sangat tertarik dengan ilmu bela diri seperti silat. Ketertarikannya terhadap militer semakin kuat ketika ia mulai tumbuh dewasa.
Ketika Jepang menguasai Indonesia pada tahun 1942, Sarwo Edhi memutuskan untuk mendaftar sebagai prajurit Pembela Tanah Air (PETA). Setelah kemerdekaan Indonesia, ia bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR).
Pada masa perang kemerdekaan, Sarwo Edhi menjabat sebagai Komandan Batalion di Divisi Diponegoro (1945—1951). Ia kemudian diangkat sebagai Komandan Resimen Divisi Diponegoro (1951—1953). Selanjutnya, ia ditunjuk menjadi Wakil Komandan Resimen di Akademi Militer Nasional (1959—1961).
Pada tahun 1962 hingga 1964, Sarwo Edhi menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Pasukan Komando (RPKAD). Pada 1964 hingga 1967, ia menjadi Komandan RPKAD. Namanya mencuat ketika menjabat Komandan RPKAD (kini Kopassus) dan memimpin operasi G30S pada 1965. Sarwo Edhi kemudian dikenal sebagai tokoh dekat dengan Soeharto.
Selain itu, Sarwo Edhi juga terlibat dalam program penumpasan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) di berbagai daerah. Hal ini menjadi bagian kontroversial dalam sejarah Indonesia. Soeharto menunjuk Sarwo Edhi sebagai penanggung jawab untuk memulihkan keadaan pasca-G30S.
Setelah itu, Sarwo Edhi menempati sejumlah posisi strategis, termasuk Gubernur Akademi Militer (Akmil), Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, serta Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri. Sarwo Edhi wafat pada 9 November 1989. Ia juga dikenal sebagai ayah dari Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, yang merupakan istri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).