Profil Marsinah, Pahlawan Nasional Perempuan Pejuang Buruh

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 19x dilihat
Profil Marsinah, Pahlawan Nasional Perempuan Pejuang Buruh


aiotrade,
JAKARTA —
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan aktivis buruh, Marsinah sebagai pahlawan nasional pada tahun 2025. Keputusan ini diumumkan melalui Keppres No.116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Dalam keputusan tersebut, terdapat 10 nama yang dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa pemberian gelar ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah memberikan dedikasi, pengorbanan, dan keteladanan bagi bangsa. Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang arwah dan jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kehormatan bangsa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk kemerdekaan kedaulatan dan kehormatan bangsa Indonesia yang telah memberi segala-galanya agar kita bisa hidup merdeka dan kita bisa hidup dalam alam yang sejahtera,” ujar Prabowo di Istana Negara, Senin (10/11/2025).

Profil Marsinah

Marsinah lahir pada tanggal 10 April 1969 di Nganjuk, Jawa Timur. Selama masa pemerintahan Orde Baru, ia bekerja sebagai buruh di PT. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai aktivis buruh yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia. Marsinah aktif memimpin aksi-aksi untuk menuntut kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja.

Kisah paling dikenang terkait Marsinah terjadi pada awal Mei 1993. Saat itu, ia turut serta dalam mogok kerja bersama rekan-rekannya. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jatim No 50 Tahun 1992, para pengusaha diminta menaikkan gaji karyawan mereka sebesar 20% dari gaji pokok. Hal ini membuat Marsinah dan teman-temannya menuntut kenaikan upah dari Rp1.700 menjadi Rp2.250 per hari.

Pada 3 Mei 1993, seluruh buruh PT Catur Putera Surya (CPS) memutuskan untuk mogok kerja dan berdemo menuntut kenaikan upah mereka dikabulkan. Keesokan harinya, 4 Mei 1993, buruh PT CPS benar-benar mogok kerja dan tetap berdemonstrasi di depan perusahaan.

Saat itu, pihak perusahaan bersedia melakukan perundingan. Dari hasil perundingan dengan 15 buruh, termasuk Marsinah, dikatakan pihak CPS bersedia menaikkan gaji pekerja mereka. Namun, pasca perundingan tersebut atau tepatnya pada 5 Mei 2018, 13 rekan Marsinah yang ikut perundingan digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo.

Belasan orang itu dianggap sebagai dalang dibalik unjuk rasa yang dilakukan oleh para buruh CPS. Di tempat itu, mereka dipaksa mengundurkan diri dari posisi mereka di CPS.

Mendengar kabar itu, Marsinah kaget. Dia langsung mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan 13 rekannya itu. Di jam-jam terakhir sebelum dirinya menghilang, Marsinah sempat bertemu dengan 13 rekannya. Mereka membahas ketidakadilan yang mereka hadapi dan sepakat untuk menemui pihak CPS atas keputusan mereka yang 'jahat' tersebut.

Namun siapa sangka, tepat pukul 10 malam, di hari yang sama, Marsinah tidak terlihat lagi. Marsinah dinyatakan hilang tiga hari. Akhirnya, Marsinah ditemukan meninggal dunia di hutan Dusun Jagong, pada 8 Mei 1993.

Saat ditemukan, tubuh perempuan yang meninggal pada usia 24 tahun itu memiliki tanda-tanda bekas disiksa secara tidak manusiawi. Menurut dua orang yang mengotopsi tubuh Marsinah, Haryono (pegawai kamar jenazah RSUD Nganjuk) dan Prof. Dr. Haroen Atmodirono (Kepala Bagian Forensik RSUD Dr. Soetomo Surabaya), Marsinah meninggal karena penganiayaan berat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan