Profil Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang Berangkat Umrah Saat Banjir Sumatra

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Profil Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang Berangkat Umrah Saat Banjir Sumatra

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Diperiksa Karena Perjalanan Umrah di Tengah Bencana

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menjadi sorotan setelah diketahui berangkat umrah bersama keluarganya di tengah bencana yang melanda wilayahnya. Pihak terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), telah memeriksa sejumlah orang yang terlibat dalam tindakan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemeriksaan ini dilakukan terhadap beberapa pejabat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Meski ada laporan bahwa ia telah dicopot dari jabatan Ketua DPC Gerindra, informasi ini belum sepenuhnya diverifikasi.

Siapa Mirwan MS?

Mirwan MS adalah seorang tokoh politik yang menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan. Ia dilantik bersama dengan Wakil Bupati Baital Mukadis pada Februari 2025. Pasangan ini diusung oleh koalisi 10 partai nasional dan satu partai lokal.

Dalam pemilihan umum (Pilkada) Kabupaten Aceh Selatan, Mirwan berhasil meraih suara dukungan terbesar dari masyarakat, yaitu sebesar 36,32% suara sah. Kemenangan ini menjadikan keduanya sebagai pemenang dalam Pilkada tersebut.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan, Mirwan pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Selatan periode 2017–2022, tetapi gagal meraih suara terbanyak.

Mirwan lahir di Peulumat, Aceh Selatan, pada 9 Maret 1975. Ia menamatkan pendidikan dasar dan menengah pertama di kampung halamannya, kemudian melanjutkan studi STMN 1 Banda Aceh. Setelah itu, ia meraih gelar sarjana Ekonomi di STIE ISM dan magister ilmu politik di Unnas. Pengalaman pendidikannya menjadi salah satu dasar untuk masuk ke dunia politik.

Harta Kekayaan Mirwan MS

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Mirwan MS memiliki harta kekayaan senilai Rp 25.958.970.622. Berikut rincian harta kekayaannya:

  1. Tanah dan Bangunan
  2. Tanah dan bangunan seluas 517 m²/312 m² di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp 13.000.000.000
  3. Tanah dan bangunan seluas 95 m²/172 m² di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp 1.450.000.000
  4. Tanah seluas 579 m² di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 868.500.000
  5. Tanah seluas 4.283 m² di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 564.055.000
  6. Tanah dan bangunan seluas 769 m²/769 m² di Kabupaten Aceh Barat Daya, hasil sendiri: Rp 6.000.000.000

  7. Alat Transportasi dan Mesin

  8. Mobil Toyota Fortuner VRZ 4X2 tahun 2021, hasil sendiri: Rp 450.000.000
  9. Mobil Toyota Fortuner tahun 2017, hasil sendiri: Rp 435.000.000
  10. Mobil Toyota Camry 2.5V AT tahun 2019, hasil sendiri: Rp 400.000.000
  11. Mobil Toyota Rush 1.5S AT tahun 2020, hasil sendiri: Rp 200.000.000
  12. Mobil Mitsubishi Colt Diesel Dump Truck FE 74 tahun 2008, hasil sendiri: Rp 185.000.000
  13. Mobil Mitsubishi Colt Diesel Dump Truck FE SHD tahun 2009, hasil sendiri: Rp 195.000.000
  14. Mobil Daihatsu pick up tahun 2014, hasil sendiri: Rp 72.000.000
  15. Komatsu Excavator VC 200/5 tahun 2004, hasil sendiri: Rp 260.000.000
  16. Komatsu Hydraulic Excavator PC 200-6 tahun 2007, hasil sendiri: Rp 450.000.000

  17. Harta Lainnya

  18. Harta bergerak lainnya: Rp 321.400.000
  19. Kas dan setara kas: Rp 223.015.622
  20. Harta lainnya: Rp 710.000.000

  21. Utang

  22. Utang: Rp 225.000.000

Perjalanan Umrah dan Kontroversi

Meskipun Mirwan MS telah mengajukan izin untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menolak permohonan tersebut. Namun, ia tetap berangkat umrah bersama keluarganya di tengah bencana yang melanda wilayah Aceh Selatan.

Peristiwa ini memicu reaksi dari masyarakat dan kalangan media, yang menyoroti kesesuaian tindakan seorang pemimpin saat negara sedang menghadapi krisis. Pihak Kemendagri pun mulai memeriksa sejumlah pihak terkait untuk mengetahui lebih lanjut tentang insiden ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan