
Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Mochtar Kusumaatmadja di Istana Negara, Senin (11/10). Mochtar dikenal sebagai mantan Menteri Luar Negeri pada masa pemerintahan Soeharto. Berikut adalah profil lengkap dari sosok tokoh penting ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Latar Belakang dan Pendidikan
Mochtar lahir pada 17 Februari 1929 di Jakarta. Ia memperoleh gelar Sarjana Muda dari Fakultas Sosial Ekonomi Politik Universitas Nasional Jakarta pada 1953. Setelah itu, ia melanjutkan studinya dengan menempuh pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1955.
Selanjutnya, Mochtar melanjutkan pendidikan magisternya di Sekolah Tinggi Hukum Yale (Yale University), Amerika Serikat. Setelah kembali ke Indonesia, ia mengambil program doktoral (S3) dalam bidang Ilmu Hukum Internasional di Universitas Padjadjaran, Bandung. Ia juga sempat melanjutkan studi S3 di Universitas Chicago.
Pada 1958, ia kembali melanjutkan kuliah S2 di Sekolah Tinggi Hukum Yale (Universitas Yale) AS. Setelah itu, ia pulang ke Indonesia dan menempuh program doktor (S3) bidang Ilmu Hukum Internasional di Universitas Padjadjaran pada 1962 dan sempat kembali ke AS untuk kuliah S3 di Universitas Chicago.
Pemikiran dan Kontribusi
Salah satu karya pemikiran Mochtar yang terkenal adalah Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpad yang berbunyi "Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional". Karyanya mendapatkan penghargaan dari Unpad berupa B. Mahuputra Utama dan B. Mahaputra Adipradana.
Sebelum menjadi menteri, Mochtar pernah mewakili Indonesia dalam beberapa konferensi internasional seperti Konperensi Hukum Laut di Jenewa, Colombo, dan Tokyo antara tahun 1958–1961. Beberapa karya tulisnya juga menjadi dasar bagi lahirnya Undang-Undang Landas Kontinen Indonesia pada 1970.
Di sisi lain, ia juga mendirikan kantor hukum bernama Mochtar Karuwin Komar, yakni kantor hukum pertama yang mempekerjakan pengacara asing. Selain itu, Mochtar merupakan pencetus konsep Wawasan Nusantara. Gagasannya tersebut membantu Indonesia menjadi negara kepulauan yang tersatukan oleh laut melalui Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982.

Jejak di Pemerintahan
Selama masa pemerintahan Soeharto, Mochtar pernah menjabat sejumlah posisi menteri. Ia menjabat sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada 1973–1978. Selanjutnya, ia ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV pada 1978–1983 dan 1983–1988.
Meski sering dipercaya sebagai menteri, Mochtar tidak ragu untuk mengkritik pemerintah. Salah satunya adalah kritik terhadap Manifesto Politik Soekarno. Akibat kritik tersebut, ia dipecat dari jabatan Guru Besar di Unpad. Pemecatan itu disampaikan oleh Soeharto melalui Telegram dari Jepang.
Selain sibuk dengan urusan pemerintahan, Mochtar juga memiliki minat dalam bermain catur. Bahkan, ia dipilih sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pada 1985.
Mochtar meninggal dunia di usia 92 tahun pada 6 Juni 2021. Keberhasilannya dalam berbagai bidang membuatnya layak mendapat gelar Pahlawan Nasional.