
Perusahaan milik pengusaha Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), kembali menyiapkan langkah strategis dengan rencana mencatatkan saham anak usahanya di Bursa Efek Indonesia. Informasi ini mengungkap bahwa RAJA berencana untuk melakukan initial public offering (IPO) pada 2026 untuk anak usaha yang bergerak di bidang perdagangan dan transportasi gas bumi, yaitu PT Panji Raya Alamindo (PRA).
Sebelumnya, RAJA telah sukses melantai di pasar modal dengan anak usaha di sektor minyak dan gas bumi, yakni PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang terdaftar pada 8 Januari 2025. Harga IPO RATU adalah Rp 1.150 per saham. Hingga perdagangan Selasa (30/12) pukul 09.30 WIB, saham RATU melonjak hingga 747,83% ke level Rp 9.750 per saham.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Profil PT Panji Raya Alamindo sebagai Anak Usaha RAJA
PT Panji Raya Alamindo merupakan entitas anak RAJA yang fokus pada investasi, perdagangan, dan transportasi gas bumi. Didirikan pada 2007, PRA memiliki peran penting dalam memperkuat rantai pasok energi nasional, khususnya di sektor niaga gas.
Saat ini, PRA memiliki beberapa entitas anak yang aktif dalam perdagangan gas. Melalui unit bisnis tersebut, PRA menjalankan distribusi dan suplai gas ke berbagai segmen industri serta menjalin kemitraan strategis untuk memperluas layanan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
Di bawah PRA, terdapat anak usaha PT Energasindo Heksa Karya (EHK), yang turut memperkuat ekosistem bisnis PRA. Di bawah EHK, ada PT Majuko Utama Indonesia (MUI) dan PT Artha Prima Energi (APE), yang saling sinergis dalam membangun jaringan terintegrasi yang mendukung pengembangan industri gas bumi nasional.
Wilayah Operasional dan Jaringan Gas
Wilayah operasional PRA mencakup Sumatra dan Jawa. Di Sumatra, perusahaan menjalankan kegiatan niaga gas bumi. Sementara itu, pengangkutan gas bumi melalui pipa dilakukan di wilayah Jawa dan Jambi. PRA juga mengelola niaga gas CNG serta mengoperasikan mother station CNG.
Secara detail, PRA mengelola jaringan pipa transmisi dan distribusi gas terintegrasi dengan total panjang sekitar 224,20 kilometer. Jaringan tersebut terdiri atas sekitar 59,65 kilometer pipa transmisi dan 164,55 kilometer pipa distribusi yang menghubungkan produsen gas di hulu dengan pengguna akhir, mulai dari sektor industri, ketenagalistrikan komersial hingga CNG.
Di wilayah Jawa Barat, jaringan pipa PRA menghubungkan kawasan Cilegon sepanjang sekitar 13,18 kilometer dan Bekasi sekitar 34,87 kilometer. Sementara di Jambi, PRA menyalurkan gas ke PT PLN melalui segmen pipa Payo Selincah sepanjang 35,50 kilometer dan Sei Gelam sekitar 11,60 kilometer.
Selain jaringan pipa, PRA menyediakan pasokan gas CNG menggunakan Gas Transport Module (GTM) bagi pelanggan komersial dan industri yang belum terjangkau jaringan pipa. Perseroan mengoperasikan mother station CNG di Grobogan, Jawa Tengah dan Cikarang, Jawa Barat, dengan total kapasitas mencapai 7 MMSCFD.
Visi dan Inisiatif PRA
PRA memiliki visi untuk mendukung transisi energi nasional, termasuk upaya menuju net zero emissions. Inisiatif ini dijalankan sambil tetap menjaga daya saing industri sekaligus mempersiapkan transisi menuju energi yang lebih bersih.
Selama berdiri, PRA juga telah meluncurkan berbagai aksi untuk memperkuat bisnisnya. Misalnya pada 2024, PRA melalui EHK menandatangani Gas Sales and Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Pertamina EP untuk wilayah Jawa Bagian Barat (JBB) hingga 2029. Perseroan juga melakukan pemindahan fasilitas pinjaman dari PT Bank HSBC Indonesia ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Memasuki 2025, PRA telah menyalurkan gas perdana ke PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) dan MS CNG Grobogan serta memulai studi bersama pengembangan renewable natural gas (RNG) dengan PT Moriuchi Indonesia. Sebelumnya, pada 2021, PRA melalui EHK memperluas lini bisnis dengan mengakuisisi PT Majuko Utama Indonesia dan PT Artha Prima Energi.
Berdasarkan laporan keuangan RAJA per September, perseroan menguasai 67% saham Panji Raya Alamindo.