Profil Tambang Emas Tujuh Bukit yang Viral di Banyuwangi

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Profil Tambang Emas Tujuh Bukit yang Viral di Banyuwangi


Sejumlah netizen di media sosial mulai memperhatikan keberadaan tambang emas Tujuh Bukit atau Tumpang Pitu yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur. Perhatian ini muncul karena adanya kekhawatiran dari masyarakat terkait perluasan area bukaan tambang dan risiko bencana alam yang bisa terjadi.

Beberapa pengguna media sosial menghubungkan kondisi tersebut dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera. Salah satu akun media sosial X, @Caktugiman, menulis: “Tambang emas di Banyuwangi tinggal menunggu waktu, banjir bandang.”

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Profil Tambang Emas Tujuh Bukit

Tambang emas Tujuh Bukit dikelola oleh PT Bumi Suksesindo, yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. Emiten tambang dengan kode MDKA ini memiliki pemegang saham antara lain PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dan PT Provident Capital Indonesia (melalui PT Mitra Daya Mustika dan PT Suwarna Arta Mandiri).

Merdeka Copper menargetkan produksi emas dari Tambang Tujuh Bukit sebesar 100 ribu hingga 110 ribu ons sepanjang 2025. Berdasarkan data Merdeka Copper, pada kuartal III 2025, tambang emas ini telah memproduksi 25.338 ons emas dengan harga jual rata-rata US$ 3.275 per ons.

Pengelolaan Tambang Emas Tujuh Bukit

Bumi Suksesindo mengoperasikan tambang emas Tujuh Bukit berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi dan Produksi dari Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 188/547/KEP/429.011/2012. IUP ini berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Luas lahan tambang mencapai 4.998 hektare di area hutan produksi. Namun, hanya 1.115 hektare yang digunakan untuk operasi tambang. Tujuh Bukit termasuk dalam tambang terbuka yang menggali bijih mineral serta mengekstraksi kandungan emas dan perak, dengan metode pelindian.

Dua tahun setelah mendapatkan IUP, BSI memperoleh Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) pertama. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan persetujuan studi kelayakan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, serta persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur. Di tahun yang sama yakni 2014, perusahaan akhirnya memulai konstruksi proyek.

Tujuh Bukit ini mulai menambang bijih pertamanya pada 2016 dan menghasilkan emas perdananya pada awal 2017. Tambang Emas Tujuh Bukit ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional pada 16 Februari 2016 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui surat keputusan nomor 651 K/30/MEM/2016, menetapkan area sekitar Tumpang Pitu yang akan ditambang dalam status Objek Vital Nasional (OBVITNAS).

Potensi dan Kontribusi Tambang Tujuh Bukit

Perusahaan mencatat, eksplorasi di sepanjang 2024 menemukan zona mineralisasi baru yang berpotensi menambah cadangan emas. BSI menyatakan bahwa keberadaan tambang ini menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar bagi Banyuwangi dan Indonesia.

Selain itu, tambang ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan kepada masyarakat sekitar, baik melalui perekrutan tenaga kerja maupun program-program sosial yang dilakukan perusahaan. Meski demikian, isu lingkungan dan keamanan tetap menjadi perhatian utama bagi warga sekitar dan aktivis lingkungan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan