
Penunjukan Untung Budiharto sebagai Direktur Utama Antam
Pada Senin (15/12/2025), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB), Untung Budiharto resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. Ia menggantikan Achmad 'Didi' Ardianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Antam sejak 12 Juni 2025. Dalam konferensi pers di Jakarta, Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya menyampaikan bahwa Direktur Utama diberhentikan secara hormat dan digantikan oleh Bapak Untung Budiharto.
Untung Budiharto adalah lulusan akademi militer tahun 1988. Ia memulai kariernya di TNI AD dalam kecabangan infanteri dan berhasil lolos menjadi anggota Kopassus. Pada masa lalu, ia juga tergabung dalam Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di akhir Orde Baru. Tim Mawar merupakan tim kecil yang berasal dari kesatuan Kopassus Grup IV TNI Angkatan Darat (AD). Tim ini dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono pada Juli 1997 dan beranggotakan 10 orang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain Untung, anggota Tim Mawar lainnya meliputi Kapten Inf. Fausani Syahrial Multhazar, Kapten Inf. Nugroho Sulistiyo Budi, Kapten Inf. Yulius Selvanus, Kapten Inf. Dadang Hendrayudha, Kapten Inf. Djaka Budi Utama, Kapten Inf. Fauka Noor, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto, dan Sertu Sukadi. Tugas utama Tim Mawar adalah memburu dan menangkap aktivis prodemokrasi jelang kejatuhan rezim militer Soeharto. Operasi tim ini kemudian terbongkar, sehingga Kristiono dan 10 anggota Tim Mawar diseret ke Mahkamah Militer Tinggi II pada April 1999.
Perwira tinggi TNI AD kelahiran 1965 itu pernah menduduki berbagai posisi strategis di TNI, antara lain:
- Danyonif 733/Masariku pada 2004-2005
- Dandim 1504/Ambon pada 2005-2006
- Kasrem 151/Binaiya pada 2007-2009
- Asren Kopassus pada 2009-2010
- Dosen Madya Seskoad pada 2010-2012
- Danrindam IV/Diponegoro pada 2012-2013
- Waasops Kasad pada 2017-2019
- Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) I/Bukit Barisan pada 2019-2020
- Direktur Operasi dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan di Badan SAR Nasional pada 2020
Karier Untung semakin menjulang ketika pada 13 Juli 2020, dia dilantik menjadi Sekretaris Utama di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 107/TPA tahun 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan BNPT.
Pada awal 2022, Untung ditunjuk menjadi Pangdam Jaya berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan TNI. Setelah pensiun dari TNI pada 8 Juni 2023, ia menempati jabatan sipil dengan menjadi Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta.
Latar Belakang dan Potensi yang Diharapkan
Dengan latar belakang militer yang kuat, Untung Budiharto diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Antam. Ia memiliki pengalaman dalam manajemen dan kepemimpinan yang sangat baik, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan di dunia bisnis. Profilnya sebagai eks anggota Tim Mawar juga menjadi perhatian publik, karena mengingatkan pada sejarah politik Indonesia yang kompleks.
Dalam konteks bisnis, penunjukan Untung Budiharto sebagai Direktur Utama Antam diharapkan dapat membawa perubahan positif. Dengan pengalaman di berbagai bidang, mulai dari militer hingga pemerintahan, ia diharapkan mampu memimpin perusahaan tambang nasional menuju pertumbuhan yang lebih pesat dan efisien.