
Program Makan Bergizi Gratis Berdampak Positif pada Ekonomi Sumsel
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah terbukti memberikan manfaat yang luas, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Hingga akhir tahun 2025, Sumsel menjadi provinsi dengan jumlah sasaran MBG terbesar di wilayah Sumatera.
Program ini telah mengoperasikan sebanyak 500 Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG), yang melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat setiap hari. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, menyampaikan data ini dalam Rapat Koordinasi Daerah Evaluasi Monev MBG Tahap II Tahun 2025 di Palembang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Yulianto, dampak ekonomi dari program MBG sangat signifikan, terutama pada sektor-sektor terkait rantai pasok pangan:
- Penyediaan Makan-Minum: Tumbuh hingga 12,6 persen.
- Perdagangan Besar dan Eceran: Naik 10,3 persen.
- Industri Makanan dan Minuman: Tumbuh 9,6 persen.
- Jasa Angkutan: Meningkat 9,1 persen.
"Program MBG ini secara langsung mendorong keterlibatan aktif UMKM dalam rantai pasok pangan, sekaligus meningkatkan konsumsi masyarakat. Ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah," jelas Yulianto.
Secara makro, indikator ekonomi Sumsel terus menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2025 tercatat mencapai 5,2 persen, inflasi berhasil terkendali di angka 2,91 persen, dan tingkat pengangguran serta kemiskinan juga terus menurun.
Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari peran penting data yang akurat sebagai dasar pengambilan setiap kebijakan.
βData menjadi pijakan utama dalam menetapkan arah pembangunan agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,β ujar Gubernur Herman Deru.
Gubernur juga menyoroti pentingnya literasi data di kalangan pengambil kebijakan. Ia meminta BPS kabupaten/kota agar aktif berkomunikasi dengan kepala daerah untuk mencegah kesalahan persepsi dalam menilai keberhasilan pembangunan.
Di sisi lain, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, mengapresiasi dukungan Pemprov Sumsel terhadap penguatan data statistik. Ia juga menyebut MBG sebagai program prioritas nasional yang sejalan dengan visi pembangunan SDM Indonesia menuju 2045.
Rapat ini ditutup dengan penyerahan penghargaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik kepada 17 kabupaten/kota di Sumsel, sebagai upaya memperkuat literasi statistik hingga ke tingkat akar rumput.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Program MBG tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan peningkatan yang signifikan, seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,2 persen pada Triwulan III 2025. Inflasi terkendali di angka 2,91 persen, sementara tingkat pengangguran dan kemiskinan terus menurun.
Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa program ini mendorong partisipasi UMKM dalam rantai pasok pangan. Hal ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah, karena peningkatan aktivitas ekonomi yang diiringi oleh peningkatan konsumsi masyarakat.
Selain itu, program ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang, terutama dalam sektor penyediaan makanan dan minuman. Peningkatan permintaan dari program MBG membuka ruang bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam pasar yang lebih luas.
Peran Data dalam Pembangunan
Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Menurutnya, data menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan, sehingga kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi data di kalangan pengambil kebijakan. Untuk itu, ia meminta BPS kabupaten/kota agar lebih aktif berkomunikasi dengan kepala daerah guna mencegah kesalahan persepsi dalam menilai keberhasilan pembangunan.
Apresiasi dari Pusat
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, memberikan apresiasi terhadap dukungan Pemprov Sumsel terhadap penguatan data statistik. Ia juga menyebut program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional yang sejalan dengan visi pembangunan SDM Indonesia menuju 2045.
Penghargaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik diserahkan kepada 17 kabupaten/kota di Sumsel dalam rangka memperkuat literasi statistik hingga ke tingkat akar rumput. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya data dalam pembangunan.