Program MBG Jadi Pemicu, Ini Saham Konsumer Potensial yang Layak Diperhatikan

admin.aiotrade 06 Okt 2025 2 menit 17x dilihat
Program MBG Jadi Pemicu, Ini Saham Konsumer Potensial yang Layak Diperhatikan


Pertumbuhan sektor konsumer di Indonesia masih menghadapi tantangan berat hingga paruh pertama tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh penurunan permintaan dari masyarakat, khususnya dari kalangan menengah atas yang cenderung lebih hati-hati dalam berbelanja. Namun, terdapat harapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menjadi faktor pendorong utama untuk memperbaiki kinerja sektor ini.

Menurut analis CGS International Sekuritas, Joanne Ong dan Baruna Arkasatyo, program MBG memiliki potensi besar untuk meningkatkan permintaan di segmen pasar massal dan barang kebutuhan pokok. Sebelumnya, kinerja sektor konsumer mengalami penurunan akibat turunnya konsumsi dari kelas menengah ke atas. Penjualan dari pusat perbelanjaan kelas menengah hingga hotel mewah juga menjadi salah satu penyebab perlambatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, perbankan semakin waspada dalam menyalurkan kredit konsumsi karena khawatir akan kualitas aset. Hal ini membuat daya beli masyarakat menengah ke bawah yang sensitif terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok semakin terganggu. Dengan persaingan harga yang ketat, ruang untuk menaikkan harga jual menjadi semakin sempit.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyatakan bahwa program MBG bisa menjadi penopang permintaan, khususnya bagi emiten dengan kapasitas produksi besar dan jaringan distribusi luas. Ia memprediksi bahwa tambahan permintaan dari pemerintah atau mitra pelaksana MBG akan meningkatkan volume penjualan secara berkelanjutan.

Namun, dampak positif dari program ini diperkirakan lebih terasa pada perusahaan berskala besar dibandingkan pemain menengah dan kecil. Azis juga menilai stimulus ekonomi 8+4+5 bisa menjadi dorongan tambahan, terutama untuk subsektor makanan-minuman dan kebutuhan pokok yang memiliki perputaran penjualan tinggi.

Meski demikian, investor tetap diminta untuk memantau sentimen inflasi pangan, tren harga komoditas global, serta pola konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru. Joanne menekankan pentingnya mengamati efektivitas program MBG, insentif tambahan dari pemerintah, serta pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Rekomendasi netral untuk sektor konsumer secara keseluruhan tetap dipertahankan.

Di sisi lain, beberapa saham konsumer mendapat perhatian sebagai pilihan investasi menarik. Azis merekomendasikan pembelian saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 11.450 per saham dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp 2.330 per saham hingga akhir tahun.


JPFA Chart
by TradingView

Sementara itu, analis OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy, merekomendasikan beli saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga Rp 2.900 per saham. Ekspansi platform belanja digital Alfagift dinilai terus mendukung pertumbuhan pendapatan AMRT.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan