Program Unggulan Desa Berdaya Pemprov NTB, Strategi Efektif Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Program Unggulan Desa Berdaya Pemprov NTB, Strategi Efektif Mengatasi Kemiskinan Ekstrem
Program Unggulan Desa Berdaya Pemprov NTB, Strategi Efektif Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Program Desa Berdaya: Langkah Strategis untuk Mengentaskan Kemiskinan di NTB

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipimpin oleh Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menghadirkan inisiatif baru bernama Program Desa Berdaya. Tujuan utamanya adalah untuk mengentaskan kemiskinan dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Program ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem ekonomi yang tangguh. Dengan memanfaatkan data tunggal dari Kementerian Sosial sebagai titik awal, Biro Perekonomian Setda NTB mulai merancang mesin ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Langkah-langkah pemberdayaan sosial dirancang secara tepat, setelah dilakukan pemetaan untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang membuat desa sulit keluar dari jerat kemiskinan. Selain itu, program ini juga akan fokus pada kemandirian pangan dan optimalisasi sektor pariwisata.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan di bidang pertanian, terdapat program optimalisasi lahan pertanian. Para pakar dan praktisi dilibatkan dalam forum untuk menerima masukan, ide, dan gagasan ekonomi NTB yang lebih futuristik.

Salah satu inisiatif penting adalah FGD perdana bertajuk “Membedah Pertumbuhan Ekonomi NTB”. Forum ini melibatkan para pakar ekonomi, akademisi, aktivis mahasiswa, dan pelaku kebijakan, yang menyamakan langkah dalam memperkuat sektor non-tambang.

Fokus pemerintah saat ini pada pertanian, pariwisata, dan UMKM, guna mengurangi ketergantungan pada komoditas tambang yang selama ini fluktuatif. FGD rencananya akan menjadi embrio untuk membuat NTB Economic Forum yang akan rutin diselenggarakan setiap triwulan pada tahun 2026 nanti, guna membedah seluruh persoalan ekonomi dan mencari solusinya. Hal ini bertujuan agar tercapai target-target pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Desa Berdaya: Kunci Utama dalam Transformasi Sosial Ekonomi

Tim Percepatan Pemprov NTB, Giri Arnawa memberikan pandangan bahwa Pemprov NTB harus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program Desa Berdaya. Program ini menjadi bagian dari 10 program unggulan dan 95 kegiatan strategis lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Program Desa Berdaya menjadi pendekatan utama dalam transformasi sosial ekonomi untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di 106 desa, mencakup ±16.876 KK atau sekitar 44 ribu jiwa. Program ini dijalankan melalui dua skema, yaitu:

  • Desa Berdaya Transformatif – fokus pada pendampingan rumah tangga miskin ekstrem.
  • Desa Berdaya Tematik – berbasis potensi dan karakteristik desa.

“Tanpa intervensi yang terarah pada kelompok desil terbawah, kemiskinan ekstrem akan tetap bercokol di NTB,” tegasnya.

Selain itu, Desa Berdaya Tematik telah disusun dalam 20 tema—mulai dari desa hijau hingga desa bebas sampah—yang dapat dikerjakan secara kolaboratif dengan OPD, perguruan tinggi, pemda, dan mitra pembangunan.

Giri juga menegaskan pentingnya menghindari “commodity trap” atau ketergantungan pada satu komoditas, seperti tambang, dengan mendorong hilirisasi dan pengembangan ekonomi agromaritim, termasuk sektor garam. Ia menyebut pentingnya intervensi energi bersih di Pulau Sumbawa, khususnya dukungan terhadap rencana pengembangan Pembangkit Listrik di NTB melalui energi terbarukan.

“Ke depan, fokus bukan hanya pada target angka ekonomi, tetapi bagaimana kebijakan mampu menurunkan kemiskinan dan ketimpangan melalui ekosistem pembangunan yang terintegrasi,” ujarnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan