Proses Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Memasuki Masa Emas

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Proses Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Memasuki Masa Emas

Proses Evakuasi Korban di Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Memasuki Masa Golden Time

Di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, proses evakuasi korban yang terjebak akibat runtuhnya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny telah memasuki masa golden time. Kejadian ini terjadi pada hari Senin (29/9/2025), saat para santri sedang menjalani salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB. Bangunan mushala tiga lantai yang berada di area asrama putra Ponpes Al Khoziny mengalami ambruk dan menimpa para pengunjung.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proses evakuasi masih berlangsung hingga hari ini, Rabu (1/10/2025). Artinya, rangkaian peristiwa tersebut telah memasuki hari ketiga atau fase golden time. Dalam konteks penyelamatan, golden time merupakan periode kritis setelah kejadian darurat yang berlangsung maksimal selama 72 jam. Selama jangka waktu tersebut, tim rescue dapat melakukan pendekatan secara aman dan efektif.

"Phase pertama 72 jam itu adalah rescue phase atau fase penyelamatan," ujar Kepala Subdirektorat Pengendali Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia dari Direktorat Operasi Kantor Basarnas Pusat, Emi Freezer, pada Rabu (1/10/2025).

Setelah melewati batas waktu 72 jam, petugas akan melakukan asesmen ulang. Jika kondisi tersebut membuat status berubah dari responsif menjadi unresponsif, maka metode pendekatan terhadap korban akan diubah. "Tentu kami akan melaksanakan konsolidasi kembali melibatkan pihak keluarga, kita akan ubah metode pendekatan terhadap korban dengan mungkin menggunakan peralatan berat," tambahnya.

Fase tersebut kemudian berubah dari rescue menjadi recovery. Petugas akan mulai mengambil satu persatu puing yang bisa diangkat. "Nah, tadi pada saat pengangkatan, rescue team, ataupun orang yang berinteraksi di bawah ini sudah harus berada di luar titik aman," jelasnya.

Analisis Penyebab Ambruknya Bangunan Mushala

Sebelumnya, berdasarkan analisa tim SAR gabungan, penyebab ambruknya bangunan mushala Ponpes Al Khoziny adalah kegagalan konstruksi akibat ketidakmampuan menahan beban dari kapasitas seharusnya. Hal ini menunjukkan adanya masalah dalam struktur bangunan yang tidak sesuai dengan standar keselamatan.

Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi posisi korban berada di 15 titik tersebar di zona A1 dan A2. Dari jumlah tersebut, tujuh orang berstatus merah (masih ditemukan tanda kehidupan) dan delapan berstatus hitam (tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan). Sebanyak 13 orang berhasil dievakuasi oleh petugas. Empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara lainnya menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Tim SAR

Dalam proses penyelamatan, tim SAR gabungan terus berupaya untuk mencari dan menyelamatkan korban yang masih terjebak di bawah puing-puing. Proses ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat khusus serta pendekatan yang tepat agar tidak membahayakan keselamatan petugas maupun korban.

Selain itu, tim juga terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban untuk memberikan informasi terkini dan memastikan bahwa semua langkah yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Dengan begitu, proses evakuasi dapat berjalan lebih efisien dan efektif.

Kesimpulan

Peristiwa ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Proses evakuasi yang sedang berlangsung membutuhkan kerja sama yang baik antara tim SAR, pihak ponpes, dan keluarga korban. Meskipun situasi sangat memprihatinkan, upaya penyelamatan tetap dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya keselamatan jiwa.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan