Prospek Bank Digital Menjanjikan, Ini Saham Pilihan Analis

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 34x dilihat
Prospek Bank Digital Menjanjikan, Ini Saham Pilihan Analis


Kabar IPO Bank Digital Menggema di Pasar

Beberapa bank digital di Indonesia kini tengah menjadi perhatian pasar setelah muncul isu rencana mereka melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Salah satu yang paling diperbincangkan adalah Superbank, yang disebut-sebut akan melakukan IPO. Selain itu, BCA Digital alias blu by BCA juga turut terlibat dalam rumor serupa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, hingga saat ini, pihak Superbank masih menjaga kerahasiaan terkait rencana tersebut. “Fokus kami adalah menjaga kinerja yang kuat melalui solusi keuangan inovatif, pertumbuhan nasabah, serta kolaborasi dengan ekosistem terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia,” ujar juru bicara Superbank ketika dihubungi oleh media.

Berbeda dengan Superbank, BCA Digital justru menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana IPO. “BCA Digital belum memiliki rencana IPO,” tegas Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati.

Meski belum ada kejelasan mengenai jadwal IPO, isu ini dinilai memberi sentimen positif bagi sektor perbankan digital. Menurut Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, IPO bank digital bisa menjadi tolok ukur valuasi baru dan memicu minat investor terhadap tema digital banking.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa daya tarik IPO akan sangat bergantung pada harga penawaran dan prospek profitabilitas. “Jika valuasinya terlalu premium, potensi euforianya terbatas,” ujarnya.

Dalam setahun terakhir, pergerakan saham bank digital menunjukkan tren yang beragam. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatat lonjakan harga saham paling tinggi, yaitu 56,32% hingga ditutup di level Rp 1.485 pada Rabu (8/10/2025).


BBHI Chart by TradingView

Kenaikan ini didukung oleh fundamental yang membaik, mulai dari pertumbuhan kredit hingga dana murah, serta valuasi yang sempat terkoreksi tahun lalu sehingga memberi ruang rebound. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga naik 43,18% ke Rp 378. Sebaliknya, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) merosot 27,53% menjadi Rp 2.080, dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) turun 18,87% ke Rp 236.

Wafi menilai prospek bank digital kian cerah seiring tren penurunan suku bunga acuan yang diharapkan meringankan biaya dana (cost of fund/CoF). Kondisi ini membuka peluang ekspansi kredit, terutama di segmen mikro dan ritel digital.

“Bulan ini bisa dibilang awal momentum re-entry, meski tetap selektif. Pilih yang sudah mulai laba dan punya ekosistem digital kuat,” ujarnya.

Pandangan serupa datang dari Miftahul Khaer, Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia. Ia menyebut saham bank digital kini berada di titik menarik, lantaran pasar mulai memperhitungkan konsistensi kinerja operasional sejumlah bank digital.

Wafi merekomendasikan saham BBHI dengan target harga Rp 1.840 serta ARTO di Rp 2.250. Sementara itu, Mifta menyarankan investor masuk secara bertahap sambil mencermati indikator penting seperti cost to income ratio (CIR), non performing loan (NPL), dan pertumbuhan nasabah aktif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan