
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Beberapa lembaga keuangan dan analis pasar mulai memprediksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menuju area 9.000 hingga 10.000 pada tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada harapan penurunan suku bunga global dan pemulihan ekonomi yang lebih baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Investment Analyst dari Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, menilai proyeksi tersebut cukup realistis selama ada dukungan dari katalis ekonomi dan sektoral. Menurutnya, IHSG memiliki potensi untuk mencapai kisaran 9.000 hingga 9.500 pada tahun 2026. Salah satu faktor pendorong utamanya adalah penurunan suku bunga yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi serta memperbaiki sentimen pasar.
“Proyeksi kami menyebutkan bahwa IHSG bisa mencapai level sekitar 9.000 hingga 9.500. Hal ini didukung oleh harapan adanya penurunan suku bunga, yang akan memberikan dorongan ekonomi dan sektoral,” ujar Indy dalam wawancara dengan aiotrade, Jumat (5/12/2025).
Dari sisi sektor, beberapa bidang diharapkan mampu tumbuh positif pada tahun depan. Sektor perbankan, konsumer, bahan baku, dan properti diperkirakan tetap menjadi pilar pertumbuhan. Hal ini karena adanya harapan peningkatan daya beli masyarakat.
“Sektor perbankan, konsumer, bahan baku, dan properti berpotensi tumbuh pada 2026. Kenaikan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utamanya,” jelasnya.
Dari sisi emiten, Indy menyoroti beberapa saham yang dinilai menarik untuk dikoleksi pada 2026. Beberapa di antaranya adalah:
-
MIKA
Dinilai memiliki prospek kuat berkat perbaikan operating income dan sales growth. Pertumbuhan kinerja perusahaan terus membaik, sehingga menarik bagi investor. -
BMRI
Saat ini sedang dalam tren positif. Selain itu, adanya potensi stimulus pemerintah dan daya tarik dividen membuat saham ini menarik untuk dimiliki. -
BBCA
Sama seperti BMRI, BBCA juga dinilai menarik karena sektor perbankan sedang dalam kondisi positif. Selain itu, kemungkinan besar perusahaan akan memberikan dividen yang menarik.
BBCA Chart
by TradingView
Meskipun prospek tahun 2026 terlihat menjanjikan, investor tetap perlu memperhatikan beberapa risiko. Indy mengatakan, kekhawatiran inflasi pangan, pelemahan daya beli, perlambatan ekonomi, serta potensi arus dana asing yang beralih ke pasar negara berkembang lainnya dapat membatasi ruang apresiasi IHSG.
“Ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti inflasi yang naik akibat harga pangan, daya beli masyarakat yang melemah, serta potensi arus dana asing yang lebih memilih pasar negara berkembang lain,” tambahnya.
Dengan prediksi ini, para investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.