Prospek Kinerja DEPO Diprediksi Stabil pada 2026, Ini Alasannya

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Prospek Kinerja DEPO Diprediksi Stabil pada 2026, Ini Alasannya

Proyeksi Kinerja DEPO di Tahun 2026


Pertumbuhan kinerja PT Caturkada Depo Bangunan Tbk (DEPO) pada tahun 2026 dinilai masih moderat dan belum menunjukkan indikasi pertumbuhan yang signifikan. Meskipun manajemen perusahaan memperkirakan pendapatan bisa mencapai lebih dari Rp 3 triliun, realisasi pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para analis pasar.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menjelaskan bahwa meski pendapatan DEPO meningkat dalam laporan keuangan kuartal III-2025, profitabilitas perusahaan tetap bergerak lambat. Menurutnya, ekspansi gerai baru tidak otomatis mendorong peningkatan laba yang signifikan dalam jangka pendek.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Model Bisnis DEPO yang Sensitif

DEPO beroperasi di segmen ritel bahan bangunan yang sangat sensitif terhadap daya beli masyarakat dan aktivitas konstruksi. Dengan kondisi makro yang fluktuatif sepanjang 2025, tekanan dari sisi permintaan dan kenaikan biaya operasional bisa menjadi tantangan tambahan di 2026. Apalagi ekspansi ke Palembang, Samarinda, dan Bali tentu membutuhkan belanja modal yang cukup besar.

Risiko yang muncul adalah jika penjualan per gerai tidak langsung optimal, margin bisa kembali tergerus. Ini membuat Ekky cukup skeptis bahwa ekspansi jangka pendek akan otomatis memperbaiki profitabilitas.

Sentimen Pasar dan Teknikal

Dari sisi sentimen pasar, saham DEPO sebenarnya tidak memiliki katalis besar dalam waktu dekat. Pergerakan teknikalnya membaik, namun belum menunjukkan pembentukan tren bullish yang kuat. Pasar cenderung menunggu bukti nyata bahwa ekspansi gerai mampu mengangkat marjin dan volume penjualan.

Industri ritel bahan bangunan cukup kompetitif, dan pemain lokal memiliki persebaran yang luas. Hal ini menjadi faktor pemberat tambahan. Ekky menilai DEPO lebih cocok diposisikan sebagai saham wait and see, terutama untuk investor jangka panjang yang menunggu konfirmasi perbaikan operasional di paruh pertama 2026.

Rekomendasi Analis

Jika manajemen mampu menunjukkan peningkatan pendapatan per gerai dan stabilisasi margin, maka ada ruang apresiasi harga yang lebih konsisten. Tanpa itu, kinerja finansialnya kemungkinan masih bergerak stabil tetapi tidak agresif serta risiko downside tetap perlu dicermati.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat secara teknikal posisi saham DEPO masih berada di fase downtrend dan berada di bawah MA20. Volume perdagangan saham DEPO juga masih cenderung kecil.

Indikator MACD dan Stochastic masih melandai dan berada di area negatif. Herditya merekomendasikan wait and see saham DEPO dengan level support di Rp 250 dan resistance Rp 270 per saham. Sementara Nafan belum merekomendasikan saham ritel bahan bangunan tersebut.

Pergerakan Harga Saham DEPO

Hingga akhir perdagangan Selasa (9/12/2025), saham DEPO berada di posisi Rp 262 per saham atau menguat 0,77% dibandingkan perdagangan kemarin. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini menguat 5,65%.

Target Pendapatan dan Ekspansi Gerai

Dalam pemberitaan sebelumnya, Presiden Direktur Caturkada Depo Bangunan, Kambiyanto Kettin, menyatakan bahwa perusahaan mengincar penjualan sebesar Rp 3 triliun pada 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi pendapatan penuh tahun 2025 yang sebesar Rp 2,89 triliun.

"Kami optimis bahwa tahun 2026 pendapatan DEPO akan lebih baik dan naik lebih dari Rp 3 triliun dengan persentase laba bersih yang lebih stabil, mudah-mudahan memenuhi sesuai permintaan pasar," kata Kambiyanto dalam agenda paparan publik, Selasa (9/12/2025).

Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan penjualan, DEPO berencana melakukan ekspansi tiga gerai baru pada tahun depan. Pembukaan gerai baru tersebut rencananya akan berlokasi di Palembang, Samarinda, dan Bali.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan