Prospek Reksadana Offshore Tumbuh Karena Saham Teknologi dan Dolar Kuat

admin.aiotrade 25 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Prospek Reksadana Offshore Tumbuh Karena Saham Teknologi dan Dolar Kuat

Kinerja Reksadana Offshore Masih Menarik di Tengah Perkembangan Global

Pada tahun 2026, kinerja reksadana berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan reksadana offshore masih menunjukkan prospek yang menarik. Hal ini didorong oleh penguatan nilai tukar dolar AS dan performa positif pasar saham global.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Doni Firdaus, Direktur Investasi Bahana TCW, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, reksadana equity dollar menunjukkan ketangguhan yang kuat dengan kinerja yang relatif baik. Pendorong utamanya adalah dominasi sektor teknologi informasi, khususnya industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang terus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi global.

Di tengah kekhawatiran akan perlambatan pendapatan akibat tensi perang dagang, saham-saham semikonduktor dan AI tetap menjadi penopang utama kinerja reksadana global. Selain itu, kontribusi dari saham-saham asal China juga turut memperkuat performa reksadana dolar sepanjang tahun ini.

Perubahan Tren Investasi Global

Dari sisi geografis, tren investasi global mulai mengalami pergeseran. Investor tidak lagi hanya fokus pada pasar Amerika Serikat, melainkan mulai melirik negara-negara lain seperti China, Jerman, dan Jepang yang dinilai semakin agresif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter. Hingga akhir November 2025, ketiga negara tersebut tercatat membukukan kinerja pasar yang relatif lebih baik.

Memasuki 2026, prospek reksadana dolar masih dipandang positif. Pertumbuhan ekonomi global yang didukung bauran kebijakan moneter dan fiskal di berbagai negara memberikan ruang investasi yang lebih luas bagi investor Indonesia. Reksadana offshore dinilai menawarkan eksposur ke saham-saham global, terutama perusahaan yang bergerak di sektor AI dan pemanfaatannya di berbagai industri, tanpa bergantung pada satu negara saja.

Faktor yang Perlu Diperhatikan

Doni menilai, ke depan pertumbuhan perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi angka pendapatan, tetapi juga dari kualitas laba. Sejumlah sektor non-teknologi diperkirakan mulai menunjukkan efisiensi berkat pemanfaatan AI, sehingga membuka peluang investasi pada saham-saham dengan valuasi relatif lebih murah. Selain itu, tingginya likuiditas global juga masih berpotensi menopang valuasi aset berisiko.

Namun demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah sentimen utama yang akan mempengaruhi pergerakan reksadana dolar tahun depan. Tiga faktor utama yang perlu diperhatikan adalah arah kebijakan moneter global, valuasi relatif aset, serta kondisi likuiditas pasar. Selain itu, tingkat produktivitas global dan dinamika harga komoditas dasar juga menjadi faktor penting, terutama di tengah upaya berbagai negara meningkatkan porsi energi terbarukan. Perubahan struktur energi tersebut berpotensi memberikan implikasi terhadap inflasi global.

Strategi Investasi yang Disarankan

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Doni menyarankan strategi investasi pada reksadana offshore pada 2026 sebaiknya berfokus pada empat pilar utama, yakni inflasi, likuiditas, kualitas laba, dan valuasi.

Meski peluang investasi di luar AS dinilai semakin menarik, pasar AS tetap tidak bisa diabaikan mengingat pangsa pasarnya yang mencapai sekitar 70% dari pasar global. Terakhir, fokus investasi disarankan pada perusahaan global yang memiliki eksposur pendapatan signifikan dari pasar non-AS, sekaligus mencermati peluang pertumbuhan dari ekonomi China dan negara-negara berkembang (emerging markets).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan