
Perusahaan Papan Dua (PANI) Melakukan Rights Issue dengan Harga Rp 15.000 per Saham
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2, salah satu emiten terkemuka di pasar modal Indonesia, melakukan aksi korporasi berupa rights issue atau penawaran saham baru dengan harga sebesar Rp 15.000 per saham. Aksi ini dilakukan untuk memperkuat struktur modal perusahaan dan mendukung ekspansi bisnis yang akan dilakukannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari pelaksanaan rights issue ini, PANI berharap dapat meraup dana hingga sebesar Rp 16,73 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk menambah penyertaan saham pada entitas anak dan mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan bisnis serta residensial yang dikelola oleh grup PIK 2.
Analisis dari Sekuritas Terkemuka
Stockbit Sekuritas memberikan analisis terkait rencana akuisisi PANI terhadap PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Menurut Stockbit, dengan estimasi nilai aset bersih (NAV) CBDK sebesar Rp 146 triliun, rencana akuisisi ini mengindikasikan bahwa PANI akan mengambil alih CBDK dengan diskon sekitar 75% dari nilai NAV. Dengan demikian, valuasi transaksi tersebut dinilai cukup murah, terlebih karena sebagian lahan milik CBDK berada di kawasan CBD PIK 2 yang telah berkembang pesat dan memiliki lokasi premium.
Selain itu, CGS International Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa jika PANI berhasil memiliki 90% saham CBDK, maka Revalued Net Asset Value (RNAV) PANI akan naik sebesar Rp 71 triliun. Hal ini berarti RNAV per saham akan meningkat sekitar 20%, dari Rp 14.900 menjadi Rp 17.800. Dalam risetnya, CGS juga menilai CBDK sebesar Rp 36,6 triliun.
Pergerakan Saham PANI
Pada perdagangan saham Rabu (15/10) pukul 09:18 WIB, saham PANI mengalami kenaikan sebesar 0,89% ke level Rp 14.125. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 238,78 triliun. Meski begitu, para analis menilai bahwa harga penawaran rights issue tersebut bisa dianggap menarik jika nantinya harga saham PANI berada di atas Rp 15.000.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa apabila harga saham PANI terus melemah hingga di bawah Rp 14.000 atau bahkan Rp 13.000, maka harga penawaran tersebut terlalu tinggi atau premium. Namun, ia menekankan bahwa aksi korporasi ini digunakan sebagai bagian dari ekspansi bisnis keseluruhan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan performa kinerja perusahaan.
Rencana Rights Issue dan Komitmen Pemegang Saham Utama
Merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen PANI mengatakan bahwa perusahaan akan mengeluarkan sebanyak 1,11 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham melalui right issue ini. Saham baru yang diterbitkan mewakili 6,19% dari jumlah saham PANI setelah PMHMETD ketiga ini.
Sebagai pemegang saham utama, PT Multi Artha Pratama (MAP) dengan kepemilikan sebesar 87,78% dari total modal ditempatkan dan disetor, menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam rights issue ini.
Penggunaan Dana Hasil Rights Issue
Perusahaan menyatakan bahwa seluruh dana yang diperoleh PANI dari pelaksanaan rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perseroan. Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil rights issue ini akan dialokasikan untuk dua tujuan utama:
- Pertama, sebanyak-banyaknya Rp 16,13 triliun akan digunakan untuk menambah penyertaan saham pada salah satu entitas anak, yakni PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Dana tersebut akan digunakan untuk membeli hingga 44,10% saham CBDK yang saat ini dimiliki oleh PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya.
- Kedua, sisa dana akan digunakan untuk menambah penyertaan modal pada tiga entitas anak lainnya, yaitu PT Citra Indah Sedayu Nusantara (CISN), PT Karya Utama Sedayu (KUS) dan PT Permata Elok Tanah (PET). PANI akan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh masing-masing entitas anak tersebut.
Dana tambahan ini akan difokuskan untuk belanja modal (capex), terutama guna mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan bisnis dan residensial yang dikelola grup PIK 2.
Jadwal Pelaksanaan Rights Issue
Cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2025, sementara periode perdagangan rights dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Desember 2025.