
PANI atau PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PIK 2) mengumumkan rencana pelaksanaan penambahan modal dengan memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue. Harga yang ditetapkan untuk setiap saham adalah sebesar Rp 15.000. Dengan aksi korporasi ini, perusahaan berharap meraup dana hingga Rp 16,73 triliun.
Analisis dari Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa dengan estimasi nilai aset bersih (NAV) CBDK sebesar Rp 146 triliun, rencana akuisisi ini menunjukkan bahwa PANI akan mengambil alih CBDK dengan diskon sekitar 75% dari nilai NAV. Menurut Stockbit, valuasi transaksi tersebut tergolong murah, terutama karena sebagian lahan milik CBDK berada di kawasan CBD PIK 2 yang telah berkembang pesat dan memiliki lokasi premium.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Estimasi kenaikan NAV PANI sebesar Rp 64,5 triliun rupiah atau sekitar +23% dari level saat ini juga terlihat lebih tinggi dibandingkan potensi dilusi pasca-rights issue,” tulis Stockbit dalam laporan mereka.
Selain itu, CGS International Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa jika PANI memiliki 90% saham CBDK, maka Revalued Net Asset Value (RNAV) PANI akan naik sebesar Rp 71 triliun. Dengan demikian RNAV per saham meningkat sekitar 20%, dari Rp 14.900 menjadi Rp 17.800.
Di sisi lain, transaksi ini menilai CBDK sebesar Rp 36,6 triliun. Hal ini disampaikan oleh CGS dalam risetnya.
Pada perdagangan saham Rabu (15/10) pukul 09:18 WIB, saham PANI naik 0,89% ke Rp 14.125. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 238,78 triliun.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa apabila harga saham PANI nantinya berada di atas Rp 15.000, maka harga penawaran tersebut bisa dianggap menarik. Namun, apabila harga saham terus melemah hingga di bawah Rp14.000 atau bahkan Rp 13.000, maka harga penawaran tersebut terlalu tinggi atau premium.
“Tapi biar bagaimanapun aksi kooperasi ini digunakan untuk ekspansi bisnis keseluruhan, sehingga nanti diharapkan bisa mampu meningkatkan performa kinerja lakukan perusahaan dan sebenarnya itulah yang memang benar-benar dicermati oleh para pelaku investor, karena investor lebih menyukai kinerja,” kata Nafan ketika dihubungi.
Cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 25 November 2025, sementara periode perdagangan rights dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Desember 2025.
Merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen PANI mengatakan, perusahaan akan mengeluarkan sebanyak 1,11 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham melalui right issue ini. Saham baru yang diterbitkan mewakili 6,19% dari jumlah saham PANI setelah PMHMETD ketiga ini.
Selaku pemegang saham utama PANI, PT Multi Artha Pratama (MAP) dengan kepemilikan sebesar 87,78% dari total modal ditempatkan dan disetor, menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam right issue ini.
Rencana Rights Issue
Perusahaan mengatakan, seluruh dana yang diperoleh PANI dari pelaksanaan right issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perseroan. Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil rights issue ini akan dialokasikan untuk dua tujuan utama.
- Pertama, sebanyak-banyaknya Rp 16,13 triliun akan digunakan untuk menambah penyertaan saham pada salah satu entitas anak, yakni PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Dana tersebut akan digunakan untuk membeli hingga 44,10% saham CBDK yang saat ini dimiliki oleh PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya.
- Kedua, sisa dana akan digunakan untuk menambah penyertaan modal pada tiga entitas anak lainnya, yaitu PT Citra Indah Sedayu Nusantara (CISN), PT Karya Utama Sedayu (KUS) dan PT Permata Elok Tanah (PET). PANI akan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh masing-masing entitas anak tersebut.
Dana tambahan ini akan difokuskan untuk belanja modal (capex), terutama guna mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan bisnis dan residensial yang dikelola grup PIK 2.