Prospek Saham BUMI Melesat Setelah Kuasai Tambang Emas Raksasa di Australia

admin.aiotrade 13 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Prospek Saham BUMI Melesat Setelah Kuasai Tambang Emas Raksasa di Australia

Perluasan Bisnis BUMI ke Sektor Emas Membawa Kenaikan Signifikan pada Harga Saham

Perusahaan tambang batu bara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menjadi pusat perhatian investor setelah berhasil menyelesaikan akuisisi 100% saham Wolfram Limited (WFL), sebuah perusahaan tambang emas besar asal Australia. Langkah ini memicu lonjakan minat dari para investor pasar modal terhadap saham BUMI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peningkatan minat ini mulai terlihat sejak pengumuman diversifikasi bisnis BUMI dari batu bara ke emas. Pada perdagangan kemarin, harga saham BUMI melonjak sebesar 16,67% atau 32 poin menjadi 224. Dalam seminggu terakhir, kenaikan mencapai 58,87%. Beberapa lembaga sekuritas juga meningkatkan target harga saham BUMI dan memprediksi prospek kinerja keuangan yang lebih baik seiring ekspansi ke bisnis emas.

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, sentimen pasar saat ini sangat menggandrungi berita diversifikasi bisnis BUMI. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga saham kemarin didorong oleh sentimen akuisisi Wolfram karena pasar menyukai cerita perubahan dari bisnis batu bara ke emas.

Meskipun demikian, Wafi menilai efek akuisisi tersebut belum mampu meningkatkan kinerja keuangan BUMI secara instan untuk tahun ini. Ia memperkirakan dampaknya baru akan terasa pada 2026–2027 ketika produksi stabil. "Kinerja BUMI dalam jangka pendek masih tergantung harga batu bara dan struktur utang," ujarnya. Ia menetapkan target harga baru untuk BUMI di level 220.

Meningkatkan Pendapatan Jangka Panjang

Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) menilai akuisisi ini bersifat value-accretive, yaitu meningkatkan stabilitas pendapatan jangka panjang BUMI serta mendiversifikasi portofolio bisnisnya di luar batu bara. BUMI rencananya akan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar US$ 5,8 juta untuk meningkatkan aset tambang emas Wolfram.

Produksi komersial ditargetkan mulai Juni 2026 dengan fasilitas flotation plant, dan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) senilai US$ 45,5 juta dibangun untuk meningkatkan kapasitas produksi emas pada 2029. SSI memperkirakan, dengan volume penjualan emas mencapai 40 ribu ons pada 2027, pendapatan tambahan bisa mencapai US$ 221 juta, meningkatkan proyeksi pendapatan BUMI sebesar 13,6% dibanding perkiraan sebelumnya.

Sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BUMI sekaligus menaikkan target harga menjadi Rp 300 per saham, atau potensi kenaikan 34% dari harga saat ini. “Revisi ini mencerminkan tambahan kontribusi pendapatan dari aset emas Wolfram serta peningkatan nilai aset bersih BUMI seiring ekspansi ke bisnis logam mulia,” tulis SSI.

Penjelasan Manajemen Bumi Resources

Direktur Bumi Resources R.A Sri Dharmayanti menyatakan bahwa perseroan telah melengkapi kepemilikan saham WFL menjadi 100% dengan pembelian tambahan 0,32% saham WFL senilai Rp 2,20 miliar. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 698,98 miliar. Dengan begitu, perseroan telah melengkapi seluruh saham Wolfram yang sebelumnya dibeli BUMI sebanyak 99,68% saham.

Presiden Direktur Bumi Resources Adika Nuraga Bakrie menambahkan bahwa akuisisi ini sejalan dengan strategi diversifikasi perusahaan ke mineral strategis dan kritis serta memperkuat pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. “Ekspansi ke mineral strategis dan mineral kritis sejalan dengan tren permintaan global serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Adika.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari term sheet agreement awal tahun, yang kini difinalisasi setelah mendapat persetujuan Foreign Investment Review Board (FIRB) di Australia. Melalui Wolfram, Bumi Resources memperoleh akses produksi emas dan tembaga jangka pendek, yang diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan