Prospek Saham DADA di Tengah Minat Investasi Vanguard

admin.aiotrade 06 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Prospek Saham DADA di Tengah Minat Investasi Vanguard

Kebijakan Pemerintah dan Minat Vanguard Group Jadi Katalis Lonjakan Saham DADA

Beberapa waktu terakhir, isu mengenai ketertarikan perusahaan manajemen aset global asal Amerika Serikat (AS), Vanguard Group terhadap saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) semakin santer. Vanguard disebut tertarik dengan saham emiten properti tersebut karena dianggap memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan rencana peningkatan free float oleh pengendali saham.

Vanguard Group merupakan salah satu pengelola dana terbesar di dunia dengan portofolio yang setara dengan 50 kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perusahaan ini dikenal sebagai institusi global yang selalu mampu menjaga pertumbuhan dua digit setiap tahunnya berkat strategi investasinya yang disiplin, konsisten, dan fokus pada aset likuid serta prospektif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, masuknya Vanguard menjadi pintu masuk untuk mendapatkan saham bagger (naik berkali-kali lipat). Namun, para investor tetap harus memperhatikan manajemen uang (money management) dan profil risiko masing-masing," tutur analis pasar modal, Rendy Yefta.

DADA Cocok Dijadikan Investasi Jangka Panjang

Rendy menambahkan, saham DADA memiliki potensi untuk menjadi saham yang dipegang dalam jangka panjang lantaran perkiraan kenaikannya cukup signifikan. Dia meyakini bahwa target harga saham DADA bisa menyentuh Rp230 ribu per lembar dengan kapitalisasi pasar yang menembus 100 miliar dolar AS.

"Target tersebut bukan hal mustahil, tapi butuh keyakinan, kesabaran, dan keteguhan hati," kata Rendy.

Saham DADA terpantau terus mengalami kenaikan sejak awal Agustus hingga Oktober 2025, dari di bawah Rp50 menjadi Rp150 per lembar. Lonjakan itu terjadi di tengah ekspektasi investor terhadap pembagian dividen pada 10 Oktober 2025 dan rencana pembukaan free float yang lebih besar.

DADA Terus Buka Akses Investasi Asing

Sementara itu, pengendali saham DADA dikabarkan telah sepakat menurunkan porsi kepemilikan saham demi membuka free float (kepemilikan saham oleh publik) lebih besar. Artinya, semakin banyak saham DADA yang beredar di publik dan institusi.

Hal tersebut menjadi skema yang disukai Vanguard, yakni free float besar, transaksi ramai, dan likuiditas tinggi. Pola tersebut terjadi dalam kepemilikan saham Vanguard di berbagai emiten global seperti Microsoft, Apple, Mitsubishi, Meta, Kajima hingga NVIDIA.

Selain itu, potensi DADA untuk terbang juga dipicu oleh posisi strategis sejumlah asetnya yang ada di segitiga emas Jakarta (Sudirman-Thamrin-Kuningan). Lewat kepemilikan lahan di kawasan komersial tersebut, DADA dianggap menjadi pintu masuk investor asing yang ingin mengakses properti premium di Indonesia.

Dorongan lain datang dari kebijakan pemerintah berupa insentif pajak seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan penggelontoran dana ratusan triliun untuk sektor riil yang membuat properti Indonesia sedang berada di momentum emas.

Bukan Untuk Trader Jangka Pendek

Meski begitu, Rendy mengingatkan langkah DADA menuju valuasi besar tidak bakal berjalan mulus. Menurut dia, bakal ada koreksi harga atau suspensi sementara oleh regulator guna menjaga stabilitas pasar.

"Kenaikan signifikan akan membuat regulator 'mengistirahatkan' saham untuk menjaga stabilitas pasar," kata dia.

Sementara itu, sambung Rendy, aksi korporasi akan dilakukan mulai dari right issue, akuisisi lahan, hingga konsolidasi aset. Semua itu memerlukan waktu dan kesabaran.

"Hal tersebut menjadi dasar bahwa saham DADA bukan untuk para trader jangka pendek. Perjalanan ini penuh turbulensi dan koreksi atas saham. Bagi investor yang bersabar, hal ini menjadi peluang untuk potensi imbal hasil yang sangat besar," ujar Rendy.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan