
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) kembali menunjukkan kinerja yang stabil hingga kuartal III-2025. Sampai bulan September, perusahaan mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,13 triliun, meningkat sebesar 4,95% secara tahunan.
Seorang analis investasi dari Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, menyatakan bahwa kinerja positif ini menunjukkan bahwa prospek bisnis TSPC tetap menarik meskipun menghadapi persaingan ketat di industri farmasi dan consumer goods.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurutnya, kekuatan utama TSPC berasal dari portofolio merek yang kuat serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi. Dari segi produk, TSPC menjual berbagai macam produk mulai dari kesehatan, barang konsumsi hingga kosmetik.
“Diversifikasi pendapatan menjadi penopang utama kinerja, meski risiko kenaikan harga bahan baku masih membayangi,” ujar Indy, Jumat (14/11/2025).
Dari segi valuasi, saham TSPC dinilai masih berada di level yang menarik. Rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio) emiten ini tercatat di bawah rata-rata industri, sehingga dianggap layak untuk investasi jangka menengah.
“Untuk investor konservatif, TSPC cukup cocok karena laporan keuangannya hingga September juga menunjukkan perbaikan,” tambahnya.
Meski begitu, Indy mengingatkan bahwa persaingan ketat, termasuk dengan pemain besar seperti Kalbe Farma (KLBF) yang memiliki margin lebih tinggi, bisa menjadi tantangan bagi TSPC.
TSPC Chart
by TradingView
Selain itu, fluktuasi harga bahan baku impor masih menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.
Untuk pergerakan saham, Indy memperkirakan TSPC akan bergerak sideways dalam jangka pendek. Ia menetapkan target harga di kisaran Rp2.900.
“Fundamentalnya kuat, namun faktor eksternal seperti dinamika harga bahan baku dan kompetisi tetap harus diperhatikan,” kata dia.