Operasi Bersama Melawan Prostitusi Online di Makassar
Pada malam hari tanggal 11 November 2025, petugas gabungan dari Pemerintah Kota Makassar melakukan operasi penggerebekan terhadap praktik prostitusi online. Razia ini dilakukan di berbagai lokasi seperti hotel bintang dua, wisma kelas melati, dan rumah kos eksklusif. Fokus utama operasi adalah mengidentifikasi pasangan yang tidak memiliki ikatan pernikahan resmi serta para pelaku prostitusi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM
– TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget (Next: OKX, Tokocrypto & Saham).
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart
- Tidur/Sibuk, transaksi jalan
Operasi dimulai di kawasan Ruko Topaz, Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang. Saat pemeriksaan berlangsung, terjadi perdebatan antara petugas dan seorang perempuan yang tertangkap. Perempuan tersebut melalui rekan-rekannya menyampaikan protes keras kepada petugas. Situasi sempat memanas hingga akhirnya petugas lainnya berupaya memberikan pemahaman agar situasi dapat kembali tenang.
Dalam operasi tersebut, beberapa pasangan muda-mudi ditemukan sedang berada di dalam kamar tanpa ikatan pernikahan resmi. Selain itu, ada juga mucikari yang diamankan beserta dua pria yang diduga merupakan pasangan sesama jenis. Petugas menemukan satu kamar kosong dengan jendela terbuka dan pendingin ruangan menyala. Penghuni kamar tersebut diduga telah kabur setelah mengetahui kedatangan petugas. Di kamar tersebut hanya ditemukan satu box alat kontrasepsi.
Total ada tiga mucikari yang diamankan dari lokasi berbeda. Mereka diduga menjadi perantara antara pelanggan dan pekerja seks yang menawarkan jasa melalui media sosial. Selain itu, satu pasangan sesama jenis juga turut diamankan dari salah satu penginapan di kawasan Panakkukang.
Seluruh orang yang terjaring langsung dibawa ke Rumah Penampungan dan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar di Kecamatan Tamalate. Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan dan asesmen terhadap seluruh yang diamankan untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kita mendapatkan atau kita menjangkau ada tiga mucikari. Kemudian puluhan pasangan yang tidak punya identitas. Kemudian ada satu pasang yang sesama jenis,” ujar Andi Bukti pada Rabu dini hari.
Ia menambahkan bahwa razia ini merupakan bagian dari operasi terpadu yang melibatkan Satpol PP, kepolisian, dan unsur TNI dalam penertiban praktik prostitusi online. “Malam ini kita lakukan asistensi dari RPTC dan kita melihat bagaimana asesmen ini,” tambahnya.
Andi Bukti menjelaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya fokus pada aktivitas prostitusi daring, tetapi juga kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba dan indikasi perdagangan orang. “Kalau kita temukan ada terkait dengan narkoba, terkait penyalahgunaan obat terlarang, kemudian terkait dengan prostitusi dan perdagangan orang, itu kita akan asesmen kemudian,” jelasnya.
Hasil asesmen yang tidak termasuk dalam kategori pelanggaran berat akan dikembalikan kepada keluarga setelah melalui proses pemanggilan resmi. Namun, bagi mereka yang dinilai mencurigakan atau terindikasi kuat terlibat dalam jaringan prostitusi online, akan ditempatkan sementara di RPTC untuk proses lanjutan.
“Kalau misalnya kita asesmen malam ini, yang saya tadi sebutkan tidak masuk dalam golongan itu, kita telepon keluarganya, kita panggil, kemudian dipulangkan,” jelas Andi Bukti.
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk upaya pencegahan dan penyelamatan sosial. “Razia ini dalam rangka pencegahan HIV/AIDS, narkoba dan perdagangan orang (prostitusi),” tuturnya.