Protes Mengguncang New Delhi, Desak Pemerintah Atasi Krisis Udara

admin.aiotrade 11 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Protes Mengguncang New Delhi, Desak Pemerintah Atasi Krisis Udara

Ratusan Warga Berunjuk Rasa di New Delhi untuk Menuntut Tindakan Pemerintah atas Polusi Udara

Pada hari Minggu, 9 November, ratusan warga berkumpul di sekitar monumen India Gate, New Delhi, untuk berunjuk rasa menuntut tindakan tegas dari pemerintah terkait polusi udara yang setiap tahun meliputi ibu kota India. Demonstrasi ini digelar dalam kondisi kabut asap tebal yang kembali melanda New Delhi menjelang musim dingin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Para peserta aksi membawa spanduk dengan tulisan tuntutan seperti “udara bersih sekarang”, meneriakkan slogan, dan beberapa di antaranya memblokir lalu lintas. Akibatnya, polisi kemudian menahan sejumlah orang dengan memasukkan mereka ke dalam bus dan membubarkan kerumunan.

Beberapa perempuan bahkan datang ke lokasi dengan membawa anak-anak mereka serta alat nebuliser dan resep medis sebagai simbol krisis udara yang telah mengganggu kesehatan warga kota. Dalam pernyataan resmi, para pengunjuk rasa menuntut tindakan segera, akuntabel, dan transparan dari pemerintah Delhi untuk mengatasi krisis tersebut.

Mereka juga menyerukan pembentukan badan pengawas udara independen, keterbukaan data kualitas udara secara real-time, panduan kesehatan yang jelas saat polusi meningkat, serta akuntabilitas penggunaan dana publik untuk penanganan polusi.

Kualitas Udara di Level Berbahaya

Pada Senin pagi, indeks kualitas udara (AQI) di New Delhi melampaui angka 350, masuk kategori sangat buruk menurut Dewan Pengendalian Polusi Pusat India. Beberapa wilayah bahkan mencatat AQI di atas 400, yang diklasifikasikan sebagai "parah". Sebagai perbandingan, angka di bawah 100 dianggap baik atau memuaskan.

Berdasarkan data lembaga pemantau kualitas udara berbasis di Swiss, IQAir, India memiliki 6 dari 10 kota paling tercemar di dunia dan 13 dari 20 besar lainnya. New Delhi menjadi ibu kota paling tercemar di dunia.

Setiap tahun, penurunan kualitas udara dipicu oleh asap dari pembakaran sisa panen di negara bagian sekitar, yang bercampur dengan emisi kendaraan dan industri. Kabut asap itu menyebabkan penyakit pernapasan dan berkontribusi pada ribuan kematian setiap tahun.

Respons Pemerintah Masih Terbatas

Pemerintah Delhi telah memberlakukan sistem darurat bertingkat yang mencakup pembatasan kegiatan konstruksi, larangan generator diesel, dan pembatasan kendaraan saat polusi mencapai tingkat parah. Pemerintah juga menawarkan subsidi untuk mengendalikan pembakaran sisa tanaman, namun hasilnya belum signifikan.

Upaya penyemaian awan bulan lalu gagal memicu hujan buatan yang diharapkan dapat menurunkan kadar polusi. Aktivis lingkungan Bhavreen Kandhari yang ikut dalam aksi itu mengatakan, “Sangat disayangkan sekitar seratus warga ditahan. Ironisnya, banyak polisi perempuan yang bisa merasakan penderitaan para demonstran karena mereka juga menghirup udara beracun yang sama. Namun kami melihat banyak orang yang bahkan tidak mengenakan masker. Itulah tragedi sesungguhnya.”

Para pengunjuk rasa menegaskan bahwa udara bersih adalah hak dasar di bawah Pasal 21 Konstitusi India, Hak untuk Hidup. Mereka mendesak pemerintah Delhi dan pemerintah pusat segera bertindak demi melindungi kesehatan publik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan